ITS News

Jumat, 06 Desember 2019
02 Desember 2019, 18:12

Sedari Dini Meracik Mahasiswa untuk Jadi Pemimpin

Oleh : itschi | | Source : ITS Online
Sedari Dini Meracik Mahasiswa Untuk Jadi Pemimpin

A Eko Pradi, Direktur PT Bukit Makmur Mandiri Utama, saat membeberkkan materi mengenai doer.

Kampus ITS, ITS News – Memiliki jiwa leadership merupakan salah satu kunci bagi seseorang untuk memenangkan persaingan dalam dunia kerja. Dan mumpung masih dini, Departemen Teknik Mesin Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mencoba memupuk kemampuan ini dalam diri mahasiswanya lewat kuliah tamu yang berajuk Commitment, Openness, Doers, and Empowerment: Is It Truly Strategic in Leadership?, Jumat (29/11).

Sebagai pembicara dalam gelaran tersebut, Direktur PT Bukit Makmur Utama, A Eko Priadi menegaskan bahwa untuk menjadi seorang pemimpin sikap pertama yang perlu dibiasakan adalah komitmen. Dengan komitmen, maka konsistensi seorang pemimpin dalam bekerja dan tanggung jawab terhadap visi yang dijunjungnya sedari awal niscaya terjaga. “Komitmen pun lantas menjadi hal yang krusial dalam dunia kerja, terlebih bagi seorang pemimpin yang sepatutnya diteladani oleh karyawannya,” ujar Eko.

Selain komitmen, cerminan yang tak kalah penting dari sosok pemimpin adalah sikap keterbukaan atau openess. Dari keterbukaan seorang pemimpin terhadap rekan kerjanya, pun dipercaya mampu mempermudah pengambilan tindakan-tindakan strategis bagi tempat kerja yang ada dalam haluannya. “Melalui keterbukaan pula, rasa peka terhadap lingkungan kerja beserta berbagai permasalahan yang ada di dalamnya dapat dipupuk secara bersamaan,” tambah alumnus Departemen Teknik Mesin ITS tersebut.

Tak berhenti di situ saja, Eko beranggapan bahwa sebagai seorang pimpinan, inovasi tidak hadir hanya dengan duduk di kantor. Perlu adanya keterampilan dalam memahami realita serta juga sepak terjang di lapangan. Dan bagi mahasiswa, lantas harus mampu menjauhi sikap pragmatis dan jeratan konsep dalam kepalanya. “Lulusan sarjana teknik harus memiliki pemikiran unik dan menjadi agen perubahan,” ujarnya menyemangati.

Sedari Dini Meracik Mahasiswa Untuk Jadi Pemimpin

Sesi tanya jawab oleh audiens dalam kuliah tamu bertajuk Commitment, Openness, Doers, and Empowerment: Is It Truly Strategic in Leadership?.

Dan satu hal lagi yang tak boleh dilupakan untuk menjadi seorang pemimpin adalah empowerment. Pemberdayaan oleh pemimpin terhadap anak buahnya, diyakini menjadi kunci dari terbentuknya kerja sama tim dalam sebuah lingkungan kerja. Ini penting, sebab dengan adanya pemberdayaan maka para pekerja akan merasa lebih dihargai dan mendapat ruang untuk berkembang.

“Lebih dari itu, empowerment juga dapat mendorong kinerja serta membentuk attitude yang baik di lingkungan kerja. Dan saya harap mahasiswa ITS mampu aktif dan ambil bagian dalam solusi di dunia kerja kelak,” pungkasnya. (chi/yok)

Berita Terkait