ITS News

Selasa, 03 Agustus 2021
22 November 2019, 09:11

Bakti Kami untuk Negeri: Hadiah Berarti Wisudawan ITS untuk TPQ Al-Mubarok

Oleh : itsmad | | Source : ITS Online

Para volunteer wisudawan 120 ITS bersama anak-anak TPQ Al-Mubarok Keputih dalam kegiatan sosial “120mansa”

Kampus ITS, ITS News – Kalimat serupa “Menjadi bermanfaat adalah arti kesuksesan yang sesungguhnya” agaknya diilhami betul oleh para wisudawan 120 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Sukses merampungkan studi sarjananya di ITS, tak serta merta membuat mereka lalai dengan sekitar. Melalui kegiatan sosial bernama “120mansa”, rasa syukur tersebut tertuang dalam bantuan fasilitas pembelajaran kepada Taman Pendidikan Quran (TPQ) Al-Mubarok Keputih, awal September lalu.

Sudah menjadi tradisi bagi mahasiswa ITS yang hendak lulus untuk mengadakan sebuah kegiatan sosial bagi warga sekitar. Bagi wisudawan 120 ITS, hal tersebut tidak harus diwujudkan dengan acara yang megah, cukup dengan tindakan yang tepat, dengan sasaran yang tepat pula. Oleh karenanya, bantuan fasilitas untuk TPQ Al-Mubarok menjadi prioritas paling atas bagi wisudawan 120 ITS.

Diaz Perdana ST selaku koordinator volunteer wisudawan menerangkan bahwa kegiatan ini berorientasi langsung hanya untuk pengabdian masyarakat. Sebab, di lingkungan sekitar mahasiswa, masih banyak ditemukan lingkungan masyarakat yang tidak tersorot program pengabdian masyarakat. “Banyak mahasiswa yang tidak mengetahui keberadaan TPQ ini (TPQ Al-Mubarok, red). Ini menjadi bukti kurangnya cakupan mahasiswa dan kampus untuk mengabdi pada masyarakat,” terang Alumnus Sarjana Departemen Teknik Material dan Metalurgi ITS ini.

Antusias anak-anak TPQ Al-Mubarok mengikuti kegiatan sosial “Romansa” wisudawan 120 ITS

Melalui keterangannya, Diaz mengatakan bahwa bantuan kepada TPQ yang hanya diurus oleh sepasang suami-istri ini berupa fasilitas-fasilitas penunjang pembelajaran, sesuai permintaan pengurus TPQ. Dana sebanyak sepuluh juta lebih dirupakannya dalam bentuk sound system, papan tulis besar, meja belajar, kipas angin, rak buku, buku bacaan anak-anak, tas sekolah, hingga tandon air beserta sistem perpipaan untuk keperluan wudhu anak-anak. “Kami harap semua ini bermanfaat untuk anak-anak disini,” ujar pria asal Pekalongan ini.

Senada dengan Diaz, Miati, salah satu pengurus TPQ tanpa biaya (gratis) ini turut merasakan manfaat bantuan-bantuan tersebut. Meski memiliki murid yang mencapai 115 orang, fasilitas TPQ ini masih kurang maksimal. Tiadanya biaya pendidikan yang ditarik, serta profesinya dan sang suami yang hanya sebagai pemulung tidak memungkinkan bagi dirinya untuk memberi fasilitas lebih bagi TPQ ini. “Semua ini seadanya dan semampu yang dapat saya beri untuk anak-anak,” tutur wanita asal Sampang ini.

Berbagai kendala pun dialami Miati dan sang suami dalam kesehariannya mengurus TPQ Al-Mubarok. Dahulu, untuk keperluan wudhu, TPQ ini hanya dibekali dua buah drum air berukuran kecil dan sedang. Keterbatasan jumlah air ini seringkali membuat Miati harus mengurungkan kegiatan salat berjamaah dan memulangkan langsung para muridnya. Namun kini, bantuan para wisudawan 120 ITS berupa tandon air besar, serta sistem perpipaan yang berisi empat buah keran mengatasi segala kendala tersebut.

Sistem perpipaan berisi 4 keran bantuan dari wisudawan 120 ITS untuk keperluan wudhu anak-anak TPQ Al-Mubarok Keputih

Selain itu, kipas angin bantuan wisudawan 120 ITS yang tertempel di pojok dinding juga membuat ruangan TPQ yang hanya terbangun dari triplek menjadi tidak begitu panas. Di samping karena sirkulasi ruangan yang kurang memadai, terik matahari di siang hari juga menjadi penyebab panasnya ruangan saat pembelajaran berlangsung. “Dulu kalau anak-anak teriak kepanasan, hanya bisa saya suruh sabar saja. Alhamdulillah sekarang kipasnya jadi bertambah,” terang wanita kelahiran 1976 ini.

Terdapat juga bantuan berupa meja belajar panjang sejumlah enam buah. Menurut Miati, ukurannya yang panjang membuat meja ini bisa digunakan tiga murid sekaligus, sehingga lebih praktis. Selain itu, meja bantuan wisudawan 120 ITS ini dinilainya lebih bagus daripada beberapa meja kecil yang sudah ada sebelumnya. “Kalau yang kecil itu jelek, gampang rusak. Namanya juga anak-anak, sering diduduki, dibuat mainan. Kalau yang dari wisudawan ITS ini bagus dan kuat, jadi tidak mudah rusak,” jelas ibu empat orang anak ini.

Sesuai rekomendasi Miati untuk kebutuhan TPQ, terdapat pula seperangkat sound system untuk digunakan saat pembelajaran berlangsung. Miati menyadari bahwa kemalasan anak-anak, salah satunya dapat teratasi dengan adanya perangkat ini. Selama sembilan tahun sebelumnya, kerap kali anak-anak enggan dan menolak untuk ditugaskan azan dan memimpin membaca surah pendek. “Sekarang anak-anak semangat sekali berebut bertugas, bahkan menggilir jadwal sendiri. Ada juga yang sampai datang setengah jam sebelumnya,” katanya bersemangat.

Selain fasilitas fisik, buku bacaan sebanyak empat rak juga disumbangkan untuk TPQ ini. Beragam jenis buku anak-anak pun disediakan, mulai dari buku pelajaran, ensiklopedia, hingga buku cerita dan komik anak. Tak disangka, anak-anak yang kebanyakan berusia tiga hingga 12 tahun ini pun sangat tertarik dan semangat membuka buku-buku tersebut. Tatanan buku yang berantakan pun menjadi bukti keaktifan anak-anak dalam membaca atau sekadar menikmati gambar-gambar di dalamnya.

Buku bacaan dengan konten bermacam-macam bantuan dari wisudawan 120 ITS untuk TPQ Al-Mubarok Keputih

“Setiap sebelum mulai ngajinya, pasti mereka datang duluan dan langsung berebut buka-buka bukunya. Bahkan yang masih belum bisa membaca pun sangat senang menikmati gambar-gambar menarik di dalamnya. Ternyata buku-buku itu sangat berharga bagi anak-anak,” ungkapnya menggambarkan respon murid-muridnya.

Di samping bantuan berupa bantuan fasilitas, saat itu, wisudawan juga memberikan bantuan berupa pengajaran yang dikemas dalam beberapa permainan yang menarik untuk anak-anak. Salah satunya berupa pembuatan atribut profesi sesuai cita-cita setiap anak yang dibimbing langsung dalam kelompok-kelompok. Hasilnya, atribut sederhana dari kertas koran pun menyulap tampilan anak-anak sesuai profesi yang dicita-citakannya. “Ada yang jadi dokter, tentara, guru ngaji, pemadam kebakaran, dan sebagainya,” sambungnya.

Tidak sampai di situ, bimbingan agar mereka bisa mewujudkan cita-citanya pun turut diberikan oleh para wisudawan 120 ITS. Penyampaian yang mudah diterima, sabar, dan penuh kasih sayang membuat anak-anak TPQ Al-Mubarok turut termotivasi agar dapat meraih cita-citanya. Pesan untuk semangat dalam belajar yang menjadi sorotan utama para wisudawan 120 ITS saat itu. “Setelahnya mereka (anak-anak, red) disuruh maju dan menjelaskan ulang penjelasan tersebut. Yang jawabannya lengkap, akan diberi hadiah,” papar Miati mengingat-ingat.

Kegiatan ini, lanjut Miati, sangat berfungsi untuk memicu semangat anak-anak agar terus belajar. Di samping itu, kreatifitas anak-anak yang kebanyakan orang tuanya bekerja sebagai pemulung ini juga turut terasah. “Kegiatan ini juga mengajarkan pada anak-anak bahwa semua cita-cita bisa terwujud dengan usaha yang keras,” pungkasnya. (mad/id)

Dua orang anak TPQ AL-Mubarok memperagakan cita-citanya sebagai tentara dengan properti berbahan kertas koran

Berita Terkait