ITS News

Minggu, 15 Desember 2019
19 November 2019, 06:11

Kupas Tuntas Strategi Agar Lolos Saat Melamar Kerja

Oleh : itstri | | Source : ITS Online

Iccha Petsiwi, Talent Acquisition Specialist PT. Cargill Indonesia ketika menyampaikan materi di Industrial Oriented Discussion, Sabtu (16/11)

Kampus ITS, ITS News – Mengenali ruang lingkup dunia kerja dan paham akan prasyarat yang dibutuhkan, adalah salah satu hal yang harus dilakukan oleh setiap mahasiswa sebagai bekal memasuki dunia pasca kampus. Berdiri dari alasan tersebut, American Institute of Chemical Engineering Student Chapter (AIChE SC) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengadakan acara Industrial Oriented Discussion (IOD) 1.0. Acara ini mengupas tentang strategi agar lolos dalam melamar kerja, Sabtu (16/11).

Bertempat di Teater B ITS, acara bertajuk Pursuing Career in Multinational Company ini mendapuk langsung Iccha Petsiwi, Talent Acquisition Specialist PT. Cargill Indonesia. Ia membuka diskusi dengan penjelasan pembuatan Curriculum Vitae (CV), dokumen utama dari persyaratan untuk melamar pekerjaan.

Iccha, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa masih sering ditemukan isi CV yang tidak menggambarkan diri si pelamar dan cenderung menampilkan informasi yang tidak relevan. “Padahal kami sebagai HR (Human Resource, red) hanya punya waktu kurang lebih enam menit untuk melihat CV pelamar,” ungkap lulusan Psikologi tersebut.

Lebih lanjut, perempuan berkerudung ini menjelaskan bahwa tidak perlu menulis semua institusi pendidikan yang dilalui. Cukup menuliskan nama perguruan tinggi beserta jurusan yang diampu, juga nilai yang diperoleh. “Kecuali bila kalian pernah bersekolah di SMK (Sekolah Menengah Kejuruan, red) yang bidang ilmunya serumpun dengan jurusan kuliah, itu bisa dipertimbangkan,” jelasnya.

Selain riwayat pendidikan, Iccha menuturkan bahwa pelamar harus mengetahui posisi apa yang ingin diajukannya. Hal ini berkaitan dengan hubungan antara pengalaman yang pernah digeluti dan deskripsi cakupan kerja yang dibutuhkan perusahaan. “Namun, hubungan ini tentu harus dibuat sesuai dengan kenyataan dan tidak bersifat dibuat-buat,” paparnya tegas.

Selain mempersiapkan CV, Iccha juga membeberkan kiat-kiat yang bisa dilakukan calon pelamar untuk mempersiapkan tahapan wawancara. Menurutnya, hal yang paling penting dalam wawancara adalah sikap dan tingkah laku. “Tak peduli dengan melimpahnya kelebihan sekalipun, bila pelamar tidak mampu bertingkah baik, poin negatif yang akan didapatkan,” ujarnya memberi peringatan.

Selain itu, menurutnya, mencocokkan gaya pakaian dengan kultur perusahaan tempat melamar adalah sebuah keharusan. Ada kalanya sah bila hanya memakai jenis pakaian polo shirt saat wawancara, namun tak sedikit juga perusahaan yang terbiasa memakai pakaian formal. Bahkan, pakaian yang dikenakan dalam foto di CV pun dapat berpengaruh dalam penilaian. “Suatu waktu pernah teman saya di perusahaan Jepang bercerita kalau miringnya dasi saja membuat tim perekrut bisa tidak setuju,” tuturnya berbagi kisah.

Peduli pada lingkungan sekitar dan bersikap ramah pada karyawan yang ada pada perusahaan tempat melamar adalah poin yang tak kalah diperhatikan dalam penilaian. Ada kemungkinan, tim perekrut mengorek informasi mengenai hal tersebut pada karyawan lainnya yang sempat berpapasan dengan pelamar kerja. “Cara kalian bersikap pada resepsionis maupun petugas keamanan juga menjadi penilaian kami,” beber peserta pertukaran mahasiswa di Rotterdam School of Management itu.

Sebagai penutup, Iccha berharap mahasiswa ITS dapat lebih proaktif menanggapi ketatnya persaingan dunia kerja dan mengasah soft skill sebagai bekal untuk masa depannya nanti. “Sehingga dari apa yang saya sampaikan hari ini dapat diaplikasikan di kemudian hari,” pungkasnya. (tri/id)

Berita Terkait