ITS News

Selasa, 19 November 2019
12 Oktober 2019, 17:10

Sinergikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Raih Academic Leader Award

Oleh : itsmad | | Source : ITS Online

Prof Dr Drs Darminto MSC, dosen Departemen Fisika ITS peraih Runner-Up Academic Leader 2019 bidang sains

Kampus ITS, ITS News – Tak hanya mahasiswa, prestasi gemilang juga dapat ditorehkan seorang dosen. Seperti halnya Prof Dr Drs Darminto MSc, Guru Besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang meraih Runner-up Academic Leader Award 2019 bidang sains melalui pengabdian dan berbagai inovasinya dalam keilmuan sains tanah air.

Penghargaan ini dianugerahkan langsung oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti (SDID) Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Prof Dr Ali Ghufron Mukti MSc di Hotel Harris Vertu Jakarta, Minggu (1/10). Ajang yang merupakan momentum istimewa bagi para akademisi ini terbagi dalam dua kategori, yakni kategori dosen berdasarkan bidang keilmuan yang diampu, serta kategori dosen dengan tugas tambahan sebagai pimpinan perguruan tinggi dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti).

Ditemui di Departemen Fisika ITS, Kamis (10/10), Darminto mengatakan bahwa ajang ini merupakan sarana pemberian penghargaan bagi para akademisi tanah air. Mengenai konsep penilaian pun, lanjut Darminto, Academic Leader Award menggabungkan konsep akademik dan kepemimpinan di bidang masing-masing. Bagi para akademisi, Tri Dharma Perguruan Tinggi lah yang mencakup kesemuanya. Kemampuannya dalam menyelaraskan pengajaran, penelitian, serta pengabdian masyarakat yang menjadi kriteria utama. “Kalau dari tiga itu bisa menonjol, di situlah letak kepemimpinannya,” ujar dosen Departemen Fisika ITS ini.

Selama 32 tahun masa kerjanya sebagai akademisi di ITS, Darminto sangat aktif berkontribusi di dunia sains. Terbukti, berbagai upaya pengembangan ilmu fisika sebagai ilmu dasar dalam pengembangan teknologi telah ia jalani. Bukti kontribusinya ini pun dapat dilihat dari beberapa buku pengajaran fisika yang telah ditulisnya. “Untuk kegiatan kuliah, ada beberapa judul, seperti pengantar superkonduktor, fisika zat padat, dan bahan magnetik fungsional dari pasir besi,” ulas mantan Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ITS ini.

Berbagai penelitian yang dilakoninya selama ini pun turut menjadi sumbangsih dalam ilmu fisika. Tercatat, beberapa bab buku internasional pun telah Darminto tulis berdasarkan wawasan dan hasil penelitiannya. Beberapa judul buku tersebut antara lain Advances in Nanotechnlogy, IntechOpen, Magnetic Spinels, Nanocrystallin Materials, dan lain sebagainya. Tak hanya itu, publikasi jurnal internasional terindeks scopus miliknya pun kini mencapai 61 makalah.

Sebagai peneliti pun, pria kelahiran 59 tahun silam ini aktif dalam usaha pengembangan sains khas ibu pertiwi. Hal ini diwujudkan dalam beberapa penelitiannya tentang sumber daya alam khas Indonesia. Melalui penelitian ini, sumber daya ini diolahnya  menjadi berbagai bentuk bahan maju (advanced materials, red) yang dapat dimanfaatkan lebih lanjut. “Ada yang bisa dijadikan bahan makanan, kosmetik, farmasi, industri kertas, elektroda baterai, sel surya, radar absorber dan masih banyak lagi,” terang pria asal Tulungagung ini.

Untuk mencapai keberhasilan ini, sambung Darminto, kombinasi Tri Dharma Perguruan Tinggi merupakan kuncinya. Terlebih, adanya program Laboratorium Based Education (LBE) di beberapa perguruan tinggi saat ini semakin memudahkan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan baik. “Kalau semua bisa melaksanakan LBE ini, semuanya pasti tercapai. Karna riset, pengajaran dan pengabdian masyarakat semua sudah ada di dalamnya,”ungkapnya.

Seperti halnya penghargaan pada umumnya, sekretaris Majelis Wali Amanat (MWA) ITS ini mengungkapkan bahwa prestasi yang ia dapatkan bukanlah sebuah tujuan utama yang harus dikejar. “Bukan jadi tujuan, hanya dampak saja. Paling tidak, bisa memberikan semangat bagi para akademisi,” pungkasnya. (mad/id)

Prof Ketut Buda Artana (kiri) dan Prof Darminto (kanan) bersama Rektor ITS Prof Mochamad Ashari usai menerima penghargaan Academic Leader Award 2019

Berita Terkait