ITS News

Selasa, 19 November 2019
22 September 2019, 17:09

Kisah 11 Tahun Candra Menjadi Mahasiswa ITS

Oleh : itsmia | | Source : -

Candra Irawan, Dosen Laboratorium Beton dan Bahan Bangunan Departemen Teknik Sipil ITS secara resmi meraih gelar Doktor di ITS, Minggu (22/9) 2019.

Adalah Candra Irawan, yang sejak tahun 2008 mengabdikan dirinya di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sebagai mahasiswa S1, S2, dan S3 di Departemen Teknik Sipil. Dosen Departemen Teknik Sipil ITS sejak 2014 ini secara resmi lulus dari studi doktoralnya dengan IPK 4.00 dalam gelaran Wisuda ke-120, Minggu (22/9).

Menjadi mahasiswa selama sebelas tahun menjadikan Candra sebagai saksi hidup perubahan kampus ITS. “Perubahan yang paling siginifikan adalah sinergi antara kampus dengan industri, sehingga hasil karya mahasiswa baik sarjana, master, maupun doktor bisa dengan mudah diaplikasikan di dunia nyata,” ungkapnya. Selain itu, ia juga menceritakan bagaimana penyediaan infrastruktur di ITS yang semakin baik untuk mahasiswanya dari berbagai kalangan dan kebutuhan.

Hubungan Candra bersama ITS sendiri berawal berkat lolosnya ia sebagai penerima beasiswa Penelusuran Minat Dan Kemampuan (PMDK) di ITS pada tahun 2008. Pada saat itu, Dekan Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK), Dr Agus Zainal Arifin S Kom M Kom yang dulunya menjabat sebagai PD 1 FTIF mendapatkan tugas mengunjungi beberapa calon mahasiswa yang akan diterima melalui jalur Beasiswa Bidik Misi ITS yang berasal dari Lamongan.

“Salah satu yang saya kunjungi adalah Candra di Dusun Banan Desa Gunungrejo, Lamongan, anak petani,” tutur Zainal. Setelah sampai di rumah Candra dan berdialog dengan keluarganya secara langsung, seketika ia terpikat dengan karakter dan semangat belajar Candra muda.

“Segera saya tuliskan rekomendasi untuk dia agar diterima menjadi penerima beasiswa sekaligus menjadi mahasiswa di ITS,” ungkap Zainal. Berkatnya, pria kelahiran 1990 itu berhasil diterima sebagai mahasiswa baru tahun 2008 dengan beasiswa penuh dari ITS.

Sejak dulu, anak dari Munaji dan Suparmi ini telah memperlihatkan kecerdasannya. Terlepas dari kondisi keuangan keluarganya, ia berhasil mengoleksi piala pada Olimpiade Fisika tingkat kabupaten saat ia belajar di SMA Negeri 1 Babat. Yang selalu menjadi acuan Candra dalam belajar adalah amanah yang melekat padanya. “Kalau sudah kita ambil ya harus dipertanggungjawabkan,” papar mantan anggota UKM Rebana ITS ini.

Berbeda dari pendidikan sarjana dan magister, menjadi mahasiswa doktoral ternyata tidaklah mudah. Terlebih ketika Candra baru saja menjadi seorang suami, ayah, dan dosen muda. Ceritanya, setahun setelah menjadi mahasiswa doktoral, pria asal Lamongan ini mendapatkan amanah untuk menjadi Dosen Departemen Teknik Sipil ITS yang kemudian menikah pada tahun yang sama.

“Adalah sebuah tantangan untuk berbagi peran sebagai mahasiswa, dosen muda, dan kepala keluarga. Hal tersebut menjadi penyemangat untuk saya agar bisa profesional dalam membagi waktu dan pikiran. Walaupun S3 saya relatif lama, saya bersyukur semuanya bisa berjalan,” pungkas Dosen Laboratorium Beton dan Bahan Bangunan itu. (mia/id)

Candra Irawan yang baru saja menyelesaikan pendidikan doktoralnya dengan predikat sangat memuaskan.

 

Berita Terkait