ITS News

Selasa, 22 Oktober 2019
28 Agustus 2019, 16:08

ITS Raih Juara 3 Anugerah Produk Inovasi Kemenristekdikti

Oleh : itsmis | | Source : www.its.ac.id

Rektor ITS Prof Mochamad Ashari menunjukkan piala dan piagam penghargaan sesaat setelah menerima anugerah Widyapadhi

Kampus ITS, ITS News – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sebagai kampus yang terus berkomitmen untuk berinovasi membangun negeri, berhasil meraih Anugerah Widyapadhi dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Penghargaan tersebut diterimakan pada acara Malam Apresiasi Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-24 yang bertempat di kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Bali, Selasa (27/8) malam.

Pada setiap gelaran Hakteknas tiap tahunnya, Kemenristekdikti selalu memberikan penghargaan kepada mereka yang telah melakukan terobosan dalam menghasilkan produk-produk inovasi untuk negeri. Penghargaan itu diberikan di antaranya untuk pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten atau kota, perguruan tinggi, lembaga non pemerintah, komunitas atau lembaga masyarakat, industri dan masyarakat umum.

Penghargaan ini terbagi menjadi beberapa kategori yaitu BUDHIPURA, BUDHIPRAJA, WIDYAPADHI, WIDYA RIDHA, ABYUDAYA, ADIBRATA, LABDHA KRETYA, dan PRAYOGASALA.

Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng yang menerima penghargaan tersebut mengatakan, tahun ini ITS menerima anugerah dalam kategori Widyapadhi Sub Kategori Produk Inovasi dengan menempati peringkat ketiga untuk perguruan tinggi.

Penghargaan Widyapadhi merupakan anugerah untuk mengapresiasi prestasi Perguruan Tinggi dalam membangun Sistem lnovasi melalui penguatan kebijakan, kelembagaan, sumber daya, dan jaringan inovasi untuk menghasilkan produk inovasi.

Rektor yg kerap disapa Ashari ini mengatakan, ITS dapat menempati posisi ketiga dalam penghargaan ini atas produk-produk inovasi yang terus dihasilkannya beberapa tahun terakhir. Di antaranya kendaraan motor listrik GESITS, aplikasi untuk pemesanan dan pembelian makanan institusi ITS Food, desain Light Rail Transit (LRT) untuk wilayah Jabodebek dan Palembang, serta early warning system untuk kapal yaitu AISITS, dan juga beberapa produk inovasi lain yang telah dihasilkan oleh ITS untuk bangsa Indonesia ini.

Untuk hasil-hasil produk inovasi tersebut, ITS berhasil menempati peringkat ketiga dalam subkategori produk inovasi setelah bersaing dengan 12 finalis perguruan tinggi lain di kategori ini. Sedangkan pada posisi pertama ditempati oleh Institut Teknologi Bandung (ITB) dan posisi kedua oleh Institut Pertanian Bogor (IPB).

Rektor ITS Prof Mochamad Ashari saat menerima Anugerah Widyapadhi yang diberikan oleh Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti Muhammad Dimyati

Ashari mengungkapkan, pada posisi ini ITS berhasil naik pesat dari nomor 15 tahun lalu, sekarang berhasil mendapatkan juara 3 untuk penghargaan WIDYAPADHI subkategori produk inovasi perguruan tinggi tersebut.

Menurut Ashari, keberhasilan ini adalah hasil kerja sama semua pihak di ITS. “Karena data yang digunakan dalam sistem penilaian penganugerahan ini adalah data selama tiga tahun lalu sampai tahun ini, sehingga ini hasil dari capaian segenap sivitas akademika ITS,” tutur guru besar Teknik Elektro ini.

Ashari menjelaskan, untuk menyempurnakan segala capaian dan produk-produk inovasi yang sudah dihasilkan ITS selama tiga tahun ini, pihaknya terus mengupayakan pembenahan data. Karena ia menyadari, data merupakan aspek penting yang masuk dalam penilaian dari Kemenristekdikti. Tanpa penyajian data yang baik, segala capaian yang telah dilakukan ITS tidak akan tersampaikan dengan baik. “Prestasi ITS itu sudah luar biasa, dengan dukungan data yang baik, maka akan lebih baik lagi,” tandasnya.

Para pengunjung pameran yang kebanyakan siswa sekolah mencoba inovasi 3D EMuseum di stan ITS di Ritech Expo 2019 di Denpasar, Bali

Ashari juga mengatakan, pusat inovasi ini adalah salah satu target pemerintah. Diharapkan dari segala bentuk riset dan inovasi ini ada bentuk hilirisasinya. Maka sejalan dengan hal itu, inovasi ini menjadi target utama ITS yang sesuai dengan visi ITS pada tahun 2025 nantinya yaitu menjadi World Class University dengan basis research and innovative university.

Ashari juga menyatakan, ITS serius di bidang inovasi ini. Mulai tahun depan, ITS dengan bantuan dana Asian Development Bank (ADB) akan membangun dan melengkapi kawasan Sains and Techno Park (STP) ITS. Nantinya di sana akan berpusat segala kegiatan inovasi dan pengembangan riset, serta pengembangan start up beserta proses hilirisasi dari produk-produk tersebut.

“Terkait pengembangan ini, ke depan akan lebih kita fokuskan dengan melakukan mentoring kepada para periset, inovator dan pengembang startup di lingkungan ITS,” paparnya. Harapannya, lanjut Ashari, agar ke depan dapat lebih bermanfaat bagi masyarakat luas serta dapat memenuhi target pemerintah.

Untuk produk-produk inovasi, pria berkacamata ini menuturkan, selama ini ITS sudah memiliki produk yang sudah melekat di mata nasional dan menjad ikon nasional. Salah satunya adalah untuk kendaraan listrik, dunia otomotif, inovasi di bidang kelautan serta perkapalan dan robotik. “Keempat bidang tersebut melekat pada nama ITS,” ucapnya tersenyum.

Ke depan, imbuh Ashari, ITS akan mengembangkan ikon-ikon yang lain. Salah satunya di bidang industri kreatif yaitu digital desain. “Contohnya LRT yang ada di Palembang dan Jabodebek adalah hasil desain karya ITS,” tuturnya.

Menristekdikti Mohamad Nasir menyampaikan arahan saat Malam apresiasi IPTEK dan Teknologi untuk memperingati Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) 2019

Sementara itu, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan, banyaknya riset dan publikasi tidaklah cukup. Namun, dari itu semua harus dapat menghasilkan suatu produk yang bisa memberikan kontribusi kepada bangsa. Yaitu produk-produk inovasi yang siap hilirisasi.

“Semoga dengan adanya wujud apresiasi ini dapat terus memotivasi para inovator di Indonesia untuk terus berkarya,” katanya saat memberi sambutan.

Menristekdikti yang biasa disapa Nasir ini mengharapkan, pada malam apresiasi tersebut, para pelaku inovasi tidak berhenti setelah menerima penghargaan ini. Namun ia mengharapkan ke depan akan lebih baik lagi.

“DIharapkan juga akan menularkan dan memberikan inspirasi pada yang lain untuk mengikuti agar terus berinovasi,” tegas Nasir.

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla didampingi Rektor ITS Prof Mochamad Ashari meninjau sejumlah karya inovatif di stand ITS di Ritech Expo 2019 di Denpasar, Bali

Malam apresiasi ini digelar di sela rangkaian pameran tahunan Ritech Expo 2019 yang dihelat di Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar. ITS juga turut berpartisipasi dalam pameran yang ditutup oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, Rabu (28/8) tersebut. (HUMAS ITS)

Berita Terkait