ITS News

Minggu, 17 November 2019
04 Juli 2019, 10:07

Mahasiswa ITS Ikuti International Student Week di Jerman

Oleh : itsjun | | Source : -

Delegasi Indonesia di International Student Week in Ilmenau 2019, Jerman

Kampus ITS, ITS News – Adalah Muhammad Ridha Tantowi, Mahasiswa Departemen Arsitektur Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang berhasil menjadi wakil ITS di ajang International Student Week In ilmenau (ISWI) 2019. Selama dua minggu, ia aktif berpartisipasi dalam sebuah grup yang fokus pada isu transportasi dan mobilitas yang diampu langsung oleh Technische Universität (TU) Ilmenau, Jerman ini.

Kendati menjadi mahasiswa tahun terakhir, ini tidak menghalangi Owi, sapaannya, untuk turut aktif dalam kegiatan lain selain akademik. Lewat ISWI 2019 ini, ia membuktikan bahwa mahasiswa tahun terakhir pun bisa aktif sembari menuntaskan tugas akhir. “Selama program, tidak banyak progres untuk Tugas Akhir saya, tapi saya tetap yakin bisa mengejar ketertinggalan nantinya sepulang dari Jerman,” ujarnya mantap.

Agenda World Food Festival yang memberikan kesempatan mengenalkan budaya dan kuliner khas Indonesia

Secara singkat ISWI 2019 ini adalah sebuah agenda konferensi mahasiswa internasional yang bertujuan mengumpulkan mahasiswa dari berbagai latar belakang berbeda dari seluruh dunia. Tahun ini panitia ISWI mengundang kurang lebih 300 mahasiswa internasional dari 75 negara yang berbeda hasil dari seleksi ketat dari lebih 2000 aplikan. Beruntung, Owi berhasil terpilih menjadi satu-satunya perwakilan ITS untuk ikut serta dalam kegiatan positif di kota kecil Ilmenau, Thuringen, Jerman ini pada 16-27 Mei 2019 lalu.

Dijelaskan mahasiswa berkacamata ini, berbagai agenda ISWI 2019 meliputi kuliah tamu, diskusi panel, world food festival, open share space, hingga group work. Namun, dari semua agenda tersebut, agenda group work lah yang menjadi inti kegiatan ISWI 2019. Di mana mahasiswa dipersilakan untuk memilih satu dari 30 tema yang tersedia. “Tujuannya guna bersama-sama membahas isu-isu dari berbagai perspektif yang ada untuk kemudian dilakukan pemecahan masalah bersama,” sahutnya.

Owi bersama peserta grup Transportasi dan Mobilitas dari tujuh negara berbeda

Sebagai mahasiswa yang kesehariannya bergelut di bidang arsitektur dan desain, Owi mengaku tertarik untuk memilih dan terlibat di grup Transportasi dan Mobilitas. Sebab, ia melihat adanya peran penting arsitek dalam membantu kelancaran mobilisasi massa dalam berbagai tingkatan. “Dari tingkatan individu, komunitas, hingga skala urban sekalipun,” terangnya.

Kepada ITS Online, Owi mengungkapkan, banyak terjadi pertukaran ide di antara para peserta konferensi. Contohnya saja di group work Transportasi dan Mobilitas, masing-masing negara peserta tentu memiliki kebijakannya masing-masing menyoal transportasi. “Ada bagian baik, buruk, pro dan kontra yang bisa ditinjau dari berbagai perspektif peserta,” ungkap mahasiswa asal Tanjung, Kalimantan Selatan ini.

Bagian yang tidak kalah seru, ucap Owi, ketika para peserta berdiskusi mengenai sistem transportasi dan mobilisasi di Jerman selaku tuan rumah. Sebagai negara maju, Jerman telah memiliki sistem transportasi yang tentu jauh lebih bagus dibanding negara-negara berkembang. “Meskipun demikian, Jerman pun masih berjibaku dengan permasalahan ketepatan waktu yang masih terus diupayakan lebih baik,” ucapnya.

Suasana ketika Closing Ceremony ISWI 2019

Dari ISWI 2019, Owi belajar banyak mengenai perbedaan. Banyak hal yang mungkin tidak cocok dengan budaya masing-masing peserta, baik dalam beribadah, menyampaikan pendapat, bersosialisasi, dan lain sebagainya. Namun menurutnya, ketidakcocokan ini tidak lantas menjadikan celah pemisah, melainkan semakin mempererat hubungan untuk saling menghargai budaya masing-masing

“Kita hidup di mana kerjasama dan kolaborasi adalah kunci dalam persaingan global. Tidak ada lagi sekat-sekat pemisah,” tegas Owi. Hingga harapannya, setiap individu bisa membawa perubahan berarti dan terus bertransformasi ke arah yang lebih baik lagi. (*/*)

Berita Terkait