ITS News

Senin, 22 Juli 2019
20 Juni 2019, 13:06

Berlaga di Amerika, Tim Barunastra ITS Dikunjungi KJRI Houston

Oleh : itsmis | | Source : www.its.ac.id

Konsul Jenderal RI di Houston, Yana Yuliana (tengah) bersama Tim Barunastra ITS di sela persiapan lomba

Kampus ITS, ITS News – Di tengah persiapan berlaga di International Roboboat Competition (IRC) 2019, Tim Barunastra Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mendapat kunjungan kehormatan dari Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Houston, Amerika Serikat, Nana Yuliana, Selasa (18/6) sore waktu setempat. Kunjungan tersebut sebagai bentuk dukungan pemerintah kepada tim yang berasal dari Indonesia karena membantu mengharumkan nama bangsa.

Lead Official Tim Barunastra ITS, Sabilah Margirizki menjelaskan bahwa dalam kompetisi tahunan berskala internasional ini, sebagai perwakilan dari Indonesia selain tim dari ITS, terdapat pula Tim Artekia dari Universitas Indonesia (UI) dan Tim AMV dari Universitas Diponegoro (Undip). Kedua tim tersebut juga mendapat kunjungan dari Konsul Jenderal (Konjen) RI di Houston ini.

Selain mengobrol mengenai perlombaan, Yana juga berpesan agar jangan sampai ‘mentok’ di perlombaan saja risetnya untuk kapal robot ini. Sebaiknya harus dikembangkan dengan kerjasama terhadap riset yang lain. “Bahkan akan lebih baik jika muncul kerjasama dengan berbagai universitas yang lumayan bersaing dalam lomba itu,” tutur Sabilah menyampaikan pesan Yana Yuliana saat dihubungi melalui percakapan daring, Rabu (19/6) siang.

Sabilah juga menerangkan bahwa KJRI Houston turut memberikan sedikit bantuan dana kepada Tim Barunastra ITS. “Dana bantuan tersebut nantinya dapat digunakan untuk membantu biaya akomodasi ataupun konsumsi selama waktu perlombaan berlangsung,” ungkap mahasiswi Departemen Statistika ini.

Sabilah yang merupakan mahasiswi angkatan 2016 itu juga mengaku senang dengan adanya kunjungan tersebut. Sebab, hal tersebut juga merupakan bentuk dukungan yang nyata kepada tim agar lebih bersemangat bertanding. “Selain itu, tentunya menjadikan kami lebih termotivasi lagi untuk bisa menjadi juara nantinya,” aku gadis berhijab ini.

Dalam IRC 2019 ini, para peserta diharuskan merancang perahu robot otonom untuk bernavigasi dan berlomba melalui jalur rintangan air yang diberikan. Perilaku yang ditunjukkan oleh perahu ini meniru tugas yang sedang dikembangkan untuk pengawasan pantai, keamanan pelabuhan, dan jenis operasi oseanografi lainnya.

Penilaian terhadap para peserta sudah dilakukan mulai saat dilakukan tes-tes awal dan inspeksi sejak 17 Juni lalu. Tahap kualifikasi untuk menentukan masuk ke final baru akan dilaksanakan pada 22 Juni waktu setempat. Untuk penilaian kualifikasi nantinya, kapal akan menjalankan misi-misi yang diberikan panitia dan akan dihitung berdasarkan poin. Kemudian dari segi presentasi kapal juga masuk ke penilaian dan menentukan posisi di final nantinya. (sof/HUMAS ITS)

Berita Terkait