ITS News

Sabtu, 19 September 2020
26 April 2019, 06:04

Huawei Harapkan Alumni ITS Jadi Bagian Kemajuan TIK

Oleh : itsyus | | Source : https://www.its.ac.id

Peserta Huawei Career Day ITS 2019 berfoto bersama para pembicara

Kampus ITS, ITS News – Auditorium Pascasarjana Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kali ini kembali ramai. Adalah PT Huawei Tech Investment Indonesia yang menyelenggarakan acara bertajuk Huawei Career Day 2019 pada Selasa (23/4). Dihadiri oleh para fresh graduate dari beberapa universitas di Surabaya, acara ini bertujuan untuk menjaring talenta muda berbakat di bidang teknologi, informasi, dan komunikasi (TIK) untuk bergabung dengan Huawei.

Sempat menjalin kerjasama sebanyak tiga kali, Huawei kali ini kembali menggandeng ITS dalam proses perekrutan pekerja. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang menggabungkan antara seminar, kompetisi dan proses perekrutan, tahun ini Huawei Career Day 2019 hanya berfokus pada perekrutan pekerja.

Mengundang para fresh graduate dari kampus – kampus di Surabaya, Huawei menampung pendaftar dari berbagai disiplin ilmu yang disesuaikan dengan kompetensi untuk tiap posisi yang ditawarkan. Dari seratus orang yang mendaftar secara daring, sebanyak 85 orang hadir dan mengikuti proses wawancara yang dilaksanakan langsung di depan Auditorium Pascasarjana ITS.

Melalui proses perekrutan langsung di kampus, pihak Human Resource PT Huawei menyatakan bahwa mereka ingin mengajak lulusan – lulusan terbaik dari ITS untuk menjadi bagian dari perkembangan teknologi paling mutahir bersama Huawei. Adapun pelamar kerja adalah lulusan paruh kedua tahun 2018 dan paruh pertama tahun 2019.

Sebelum wawancara kerja berlangsung, Huawei Career Day 2019 diawali dengan sharing mengenai perkembangan dan kemajuan teknologi digital saat ini. Sharing yang dihadiri oleh lebih dari 200 peserta yang juga merupakan mahasiswa ITS ini disampaikan oleh para profesional di bidang TIK.

Dani K Ristandi, Human Resource Director Huawei Indonesia ketika menyampaikan motivasi pada peserta Huawei Career Day 2019

Dengan semakin bertumbuhnya TIK, akan dibutuhkan lebih banyak lagi profesional di bidang TIK. Seperti yang disampaikan oleh Dani K Ristandi, Human Resource Director Huawei Indonesia yang mengacu pada data dari World Bank, bahwa diprediksikan sepuluh tahun kedepan dunia memerlukan kurang lebih dua juta profesional di bidang TIK di berbagai aspek industri. Untuk itu, Huawei berharap akan banyak alumni ITS yang akan bergabung. “Semoga tahun ini akan ada banyak alumni ITS yang terjaring,” ujarnya.

Disampaikan oleh Agus Sulistio, Managed Services Delivery Director Huawei Indonesia, bahwa 30 tahun ke depan, semua aspek kehidupan akan terintegrasi dan terkoneksi dengan TIK. Selain itu, ia juga menyampaikan mengenai potensi pasar untuk bidang digital sangat besar. “Digital market potensinya sampai 23 triliun USD, di tahun 2025,” jelasnya.

Adapun berbagai teknologi yang saat ini sedang gencar dikembangkan adalah teknologi 5G, Artificial Intelligent (AI), Machine Learning, dan Internet of Thing (IoT). Dimana IoT sendiri menyumbang potensi sebesar 11,1 triliun USD dari total potensi pasar digital yang disebutkan.

Bertema Run The World With Bravery, sharing ini juga ditujukan untuk membangkitkan semangat generasi muda dalam mengembangkan potensi besar dunia digital di masa yang akan datang. Seperti yang sudah kita ketahui, dunia digital sedang berkembang pesat dan akan menjadi pusat dari seluruh aktivitas dalam kehidupan sehari-hari di masa depan. “Kita harus brave, berani dalam melangkah menuju masa depan,” tutur Agus.

Di samping itu, salah satu alumnus Teknik Elektro ITS yang bekerja di Huawei, Dwi Ardiansyah juga turut memberikan motivasi. Pria yang kini bekerja sebagai General Manager Operation System Huawei Indonesia ini menjelaskan bahwa bekerja di bidang TIK juga sama halnya dengan bekerja di bidang lainnya. Memerlukan semangat dan komitmen yang tinggi.

Dalam fase tertentu saat kita sudah bekerja, lanjutnya, tentunya kita dihadapkan pada berbagai pilihan. Salah satunya memilih tempat bekerja yang sesuai dan cocok. Hal tersebut membutuhkan banyak pertimbangan dari berbagai aspek. “Ketika nanti memutuskan untuk bekerja di suatu tempat, kita harus berkomitmen tinggi, juga harus mempunyai jiwa adaptif,” ungkapnya. (yus/owi)

Berita Terkait