ITS Media Center

Rabu, 22 Mei 2019
20 April 2019, 19:04

Bertajuk Lean Manufacturing, Inchall 2019 Resmi Dihelat

Oleh : itsmia | | Source : -

Kepala Dinas Perdagangan Kota Surabaya Dra Wiwik Widayati menyampaikan kata sambutan pada pembukaan Inchall 2019

Kampus ITS, ITS News – Semi-final dan Grand Final Industrial Challenge (Inchall) 2019 kembali resmi dibuka pada Jum’at (12/4). Kompetisi acara internasional tahunan yang diadakan oleh Departemen Teknik Industri ITS ini menarik minat dari tiga Negara diantaranya Vietnam, Thailand dan Taiwan. Mengusung tema Lean Manufacturing to Achieve Cost Efficiency, Inchall 2019 menjadi seri kesepuluh dari gawe tahunan ini.

Ketua panitia Inchall  2019, Syafril Putra menjelaskan bahwa Lean Manufacturing adalah upaya yang dilakukan untuk menghilangkan pemborosan dalam proses produksi, meningkatkan nilai tambah pada suatu produk serta memberikan nilai kepada kepada pelanggan yang dilakukan secara terus menerus oleh suatu industri manufaktur. “Lean Manufacturing sangat berguna bagi perusahaan agar dapat tetap bersaing dengan cara meningkatkan pelayanan terbaiknya bagi pelanggan, dan berupaya untuk mengurangi biaya produksinya secara berkelanjutan,” tutur mahasiswa angkatan 2017 ini.

Sebagai salah satu sub-lomba dari IE FAIR 2019, kompetisi Inchall menantang para pesertanya untuk memecahkan masalah nyata yang harus diselesaikan melalui disiplin teknik industri. Setiap tahunnya, kurang lebih terdapat 125 tim dari seluruh wilayah Asia yang berpartisipasi dengan anggota dalam setiap timnya sejumlah tiga orang.

Nantinya, lima tim finalis yang terpilih akan melakukan kunjungan ke PT INKA, Madiun pada Senin (15/4). Dalam kunjungannya, para finalis akan diberikan waktu untuk mempelajari kondisi perusahaan. Selanjutnya, mereka ditantang untuk menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi PT INKA tersebut berkaitan dengan tema yang diusung pada Inchall 2019.

Kemudian, kelima tim finalis akan mempresentasikan hasil analisa mereka kepada dewan juri. Solusi yang dikemukakan oleh para mahasiswa ini selanjutnya akan menjadi masukan bagi perusahaan. Selain dari penilaian juri, kesepuluh peserta yang tidak dapat masuk ke babak final akan diberikan kesempatan membuat company profile dari PT INKA. Video dengan jumlah like terbanyak akan menjadi juara favorit.

Sekretaris Departemen Teknik Industri, Yudha Prasetyawan ST MEng mengemukakan, acara ini sendiri ditujukan sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menggali pengalaman yang bersifat substansial dan kompetitif dalam hal penerapan disiplin ilmu teknik industri. “Kompetisi ini juga dapat dijadikan ajang untuk saling mengukur kemampuan antar mahasiswa pada Departemen Teknik Industri di seluruh Asia,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Surabaya Dra Wiwik Widayati turut mengapreasi kegiatan Inchall 2019. Menurutnya, kegiatan semacam ini seharusnya lebih digencarkan oleh setiap universitas, guna mendorong anak muda berpikir kritis dan kreatif. Melalui Wiwik, Walikota Surabaya, Tri Rismaharini juga berpesan bahwa tantangan yang akan dihadapi para mahasiswa di masa depan akan semakin beragam. Untuk itu, mahasiswa dituntut untuk selalu memeprsiapkan diri guna menjawab tantangan yang ada. “Selain dari permasalahan yang didapatkan di dalam kampus, mahasiswa juga harus mampu menjawab tantangan yang berasal dari luar kampus, yang benar-benar terjadi,” tuturnya. (mia/qi)

Berita Terkait