ITS News

Senin, 03 Oktober 2022
29 Maret 2019, 11:03

Pertahankan Akreditasi A, Tak Kendurkan Inovasi MMT

Oleh : itsrur | | Source : ITS Online

Program Studi Magister Manajemen Teknologi (MMT) di bawah Departemen Manajemen Bisnis ITS berhasil mempertahankan akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT)

Kampus ITS, ITS News – Setelah melalui proses panjang, re-akreditasi Program Studi Magister Manajemen Teknologi (MMT) Departemen Manajemen Bisnis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya oleh Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Tinggi (BAN-PT) berakhir manis. MMT ITS dinyatakan berhasil mempertahankan akreditasi A miliknya untuk yang ketiga kalinya. Meski demikian, Prof Ir I Nyoman Pujawan MEng PhD CSCP, Kepala Program Studi MMT menegaskan, MMT tak akan berhenti berinovasi.

Nyoman, sapaan akrabnya menyampaikan kepada ITS Online bahwa ia sangat senang dengan pencapaian ini. Akan tetapi, ia tidak ingin perolehan ini membuat MMT lupa diri. Ia ingin perolehan ini menjadi pemacu agar MMT semakin gencar berinovasi, sehingga MMT mampu menjadi sekolah magister manajemen terdepan di Indonesia.

“Kami (MMT, red) akan terus menciptakan program-program bagus agar MMT mampu menjadi pilar bagi pendidikan manajemen di ITS,” tegas guru besar bidang rantai pasok ini.

Nyoman menyampaikan, saat ini MMT memiliki beberapa program unggulan yang tengah dilaksanakan. Seperti halnya program yang terlaksana bulan lalu, yakni Teaching Executive Education Business School yang diselenggarakan di Hotel Swiss Bell-in Surabaya pada 12 Maret 2019 lalu. Kegiatan yang menghadirkan dua profesor dari Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT) University, Australia tersebut bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan skill mengajar dari dosen MMT.

Selain itu, dosen yang merupakan alumnus ITS ini juga mengungkapkan bahwa MMT juga sedang fokus untuk menambah jumlah mahasiswa melalui pembukaan program-program baru. “Contohnya program Manajemen Rantai Pasok dan Bisnis Analitik yang merupakan bidang studi baru di MMT, supaya MMT menjadi yang terdepan dalam manajemen ilmu-ilmu yang erat kaitannya dengan teknologi,” paparnya.

Selain itu, MMT juga sedang fokus menggarap kelas yang dibuka di Jakarta mulai semester ini. MMT membuka kelas di jakarta khusus untuk Manajemen Proyek, Manajemen Rantai Pasok, dan Bisnis Analitik. Kelas yang berlokasi di Graha BKI Lantai 9 Jakarta ini sudah berjalan mulai semester ini dan sudah menerima 45 mahasiswa baru.

Program Studi yang memiliki 600 mahasiswa dan 80 pengajar ini menonjolkan desain pengajarannya yang melibatkan praktisi. “Karena sebagian dari dosen-dosen MMT adalah praktisi, saya kira hal ini akan berdampak baik bagi pengajaran, karena akan ada perspektif akademis dan perspektif praktisi yang dikombinasikan,” ujar Nyoman.

Dosen yang meraih gelar doktor di Lancaster University, UK ini juga mengungkapkan rasa percaya dirinya bahwa MMT ITS adalah salah satu pilihan terbaik untuk mahasiswa yang ingin merambah dunia kerja. Karena program-program yang ditawarkan MMT erat kaitannya dengan teknologi dan kemampuan analitik yang di sekolah magister manajemen yang lain kemampuan itu tidak menonjol.

“Jadi lulusan kami (MMT, red) dibekali dengan kemampuan analitis yang bagus dan juga punya sentuhan teknologi sehingga gelarnya pun MMT kalau di tempat lain MM,” candanya.

Di akhir wawancara, Nyoman menuturkan jika program-program yang sedang berjalan ini sudah lancar, MMT juga akan melangkahkan kakinya untuk mendapatkan akreditasi-akreditasi internasional pada setiap bidang studi. “Selain itu, kami juga berencana membuka program doktor dalam waktu dekat,” pungkasnya. (*)

Reporter: Dzikrur Rohmani Zuhkrufur Rifqi Muwafiqul Hilmi
Redaktur: owi

Berita Terkait