ITS News

Minggu, 13 Juni 2021
28 Maret 2019, 16:03

Meningkat, ITS Terima 1.223 Calon Mahasiswa lewat SNMPTN

Oleh : itssof | | Source : https://www.its.ac.id

Ilustrasi logo SNMPTN 2019 (Sumber: Tribunnews.com)

Kampus ITS, ITS News –  Serentak se-Indonesia, Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) akhirnya secara resmi umumkan hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Jumat (23/3) pukul 13.00 WIB. Pada seleksi pertama ini, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya pun meluluskan 1.223 pendaftar  yang tersebar di berbagai departemen yang ada.

Jumlah tersebut meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya menerima 1.150 pendaftar saja. Hal ini seiring dengan adanya departemen yang baru dibuka pada 2019, yakni Departemen Studi Pembangunan. Sementara itu, Kepala Subdirektorat (Kasubdit) Penerimaan Mahasiswa dan Pengelolaan Kuliah Bersama, Direktorat Akademik ITS, Dr Eng Unggul Wasiwitono ST MEngSc menyatakan jumlah yang diterima tersebut merupakan 30 persen dari total kuota penuh mahasiswa baru ITS tahun 2019 ini.

Sementara itu, kuota 1.223 mahasiswa di ITS tersebut telah diperebutkan oleh 10.707 pendaftar. Menariknya adalah, mayoritas yang diterima ITS merupakan perempuan dengan persentase sebesar 52.17 persen dari total yang diterima. Bahkan Departemen Teknik Mesin sendiri lebih memprioritaskan perempuan pada SNMPTN kali ini. “Bahkan, terdapat 30 dari 67 kuota yang sudah dikhususkan sendiri untuk perempuan,” ungkapnya.

Sementara itu, jumlah pendaftar Bidikmisi yang diterima melonjak lebih banyak jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Tahun ini ITS menerima 226 pendaftar, angka tersebut meningkat cukup besar dibandingkan tahun lalu yang hanya menerima 146 pedaftar saja. Peningkatan ini sejalan dengan keputusan pemerintah yang meningkatkan kuota progam bidik misi di Indonesia.

Jika siswa yang diterima lewat jalur SNMPTN di ITS tidak melakukan daftar ulang atau mengundurkan diri, Unggul menegaskan kembali, ITS tidak akan memberikan sanksi berupa daftar hitam (blacklist) pada asal SMA siswa itu. Namun sanksi yang diberikan berupa pengurangan jumlah kuota yang seharusnya diterima oleh SMA asal siswa itu pada jalur SNMPTN di tahun berikutnya.

Unggul juga mengharapkan bagi pendaftar yang telah dinyatakan diterima untuk segera melakukan registrasi ulang secara online melalui halaman sipmaba.its.ac.id. “Sementara untuk uang kuliah tunggal (UKT) pada tahun ini, ITS masih memberlakukan sistem yang sama dengan maksimal 7.5 juta rupiah per semesternya,” ungkap lulusan doktoral Hiroshima University itu.(sof/mik)

Berita Terkait