ITS News

Senin, 08 Maret 2021
28 Maret 2019, 16:03

Kekuatan Kata dalam Memajukan Negara

Oleh : itsram | | Source : https://its.ac.id/news

Imam Muttaqin Sholihin (kiri) bersama perwakilan Badan Ekonomi Kreatif

Kampus ITS, ITS News – Percayakah bahwa kalimat positif memiliki kekuatan yang besar untuk mengubah sebuah negara ke arah kebaikan? Imam Muttaqin Sholihin, Chief Technology & Innovation Officer Good News From Indonesia (GNFI) meyakini hal itu. Dalam talkshow Planopolis 2019 yang bertempat di Auditorium Gedung Research Center Lantai 11 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), ia pun memaparkan besarnya dampak kalimat positif bagi kemajuan negara, Sabtu (23/3).

GNFI adalah portal yang berkomitmen untuk menyebarkan konten positif dan menginspirasi yang berasal dari Indonesia kepada seluruh masyarakat Indonesia. Kabar baik yang berada dalam portal tersebut dihimpun dari berbagai sumber dan diolah menjadi beragam produk kreatif yang dapat diakses di situs GNFI.

“Informasi negatif hanya menghasilkan kesedihan dan kegelisahan yang signifikan,” tutur Imam. Kata-kata mampu menyihir pola pikir pembacanya. Informasi tentang kebaikan mampu menjadi penyemangat bagi pembacanya dan sebaliknya, informasi tentang keburukan meradiasikan energi negatif dan pesimisme pada pembacanya.

Salah satunya adalah apa yang dialami kota Hiroshima setelah dibom oleh Amerika Serikat pada Perang Dunia Kedua lalu. Setelah pengeboman Kota Hiroshima, sangat sedikit orang yang percaya bahwa akan ada kehidupan lagi di sana. Namun setelahnya kata-kata  tentang perdamaian tertulis dimana-mana menjadi pemicu semangat warga Hiroshima bangkit. Dengan prinsip continuous improvement, alias improvisasi berkelanjutan, Jepang lambat laun bangkit dari keterpurukannya.

Saat ini banyak terjadi polemik yang memperkeruh suasana Indonesia, lanjut Imam, mulai dari bencana alam, isu mengenai keturunan, agama, suku, dan golongan, hingga permasalahan politik. Berita-berita negatif tersebut bila tidak diimbangi dengan pemberitaan positif akan menurunkan semangat dan optimisme warga Indonesia.

Pembagian narasi positif tersebut juga guna mencegah terjadinya brain drain yang mungkin terjadi pada masyarakat. Brain drain sendiri adalah fenomena larinya anak bangsa ke luar negeri karena merasa pesimis pada negerinya dan merasa tidak dihargai oleh negara. “Untuk mencegah terjadinya brain drain tersebut, diperlukan badan yang membagikan hal-hal positif,” pungkasnya. (ram/mik)

Good News From Indonesia, portal penyebaran informasi positif

Berita Terkait