ITS Media Center

Sabtu, 23 Maret 2019
31 Desember 2018, 23:12:30

Kaleidoskop ITS 2018: Prestasi, Inovasi dan Kontribusi ITS untuk Negeri

Oleh : itsmis | | Source : -

Kampus ITS, ITS News – Senin, 31 Desember 2018 adalah hari yang benar-benar terakhir di tahun ini. Sepanjang 2018 hingga detik ini, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya telah berhasil unjuk gigi soal prestasi, inovasi, dan kontribusi untuk negeri. Sebagai kado akhir tahun, Tim Redaksi ITS Online telah merangkum sebanyak 18 berita baik prestasi, inovasi, dan kontribusi terbaik ITS yang patut diingat oleh seluruh sivitas akademika ITS dan masyarakat umum dalam sebuah Kaleidoskop ITS 2018.

1. Ichiro ITS Jawara RoboCup di Kanada


Hasil memuaskan diraih oleh Tim Ichiro dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Setelah bertarung melawan tim-tim andalan dari seluruh dunia, Tim Ichiro ITS berhasil menjadi juara pertama kategori Humanoid League Teensize Soccer Competition pada kompetisi robot sepak bola tingkat dunia RoboCup 2018 di Montreal, Kanada. Sepekan telah bertanding, Robot Humanoid Ichiro dengan tinggi 80 cm ini berhasil mengalahkan WF Wolves, tim dari Jerman dengan skor 1 – 0 pada babak penyisihan. Kemudian berlanjut di pertandingan semifinal, Ichiro menang talak dengan perolehan skor 2 – 0. Tak tanggung-tanggung, selain menggondol juara dalam kategori Humanoid Teensize League, tim Ichiro ITS juga berhasil menjadi juara II kategori Drop In Challenge Teensize, juara II Technical Challenge Teensize, dan juara III Best Humanoid. Selain itu, pada tahun ini Ichiro juga berhasil meraih 19 penghargaan pada ajang Federation of International Robotsoccer Association-Humanoid Robot Cup (FIRA Hurocup) di Taiwan.

2. Sapuangin ITS Juara Drivers’ World Championship di London


Sempat gagal dua tahun berturut-turut, Tim Sapuangin ITS akhirnya berhasil meraih juara pertama di ajang bergengsi tingkat internasional Shell Eco-marathon Drivers’ World Championship (DWC) 2018 di Sirkuit Queen Elizabeth Olympic Park, London, Inggris, Minggu (8/7). Menjadi tim pertama yang menyelesaikan sepuluh putaran dengan trek sepanjang 6,7 kilometer, Tim Sapuangin ITS berhasil mengalahkan tim Sask Eco UC dari Kanada dan tim INSA de Toulouse dari Perancis yang menempati posisi kedua dan ketiga. Selain itu, Tim Sapuangin ITS berhak membawa pulang trofi Juara Pertama DWC 2018.

3. Tim Barunastra ITS Jawara Roboboat di AS


Tim Barunastra dengan kapal autonomous Nala Heroes berhasil menyabet juara pertama dalam ajang 11th Annual International Roboboat Competition 2018 di Daytona Beach, Florida, Amerika Serikat (AS). Pada ajang tersebut, Barunastra ITS berhasil meraih skor tertinggi yakni 4.996. Skor tersebut mengalahkan hasil perolehan tim-tim finalis lainnya yang berasal dari universitas terkemuka di dunia. Antara lain Georgia Institute of Technology (skor 4.200), Embry-Riddle Aeronautical University (818), Delft University of Technology dari Belanda (343), University of Michigan (318), dan Florida Atlantic University (147). Selain itu, tim ini juga mengalahkan tim lain yang berasal dari Belanda, Mexico, India, Kanada, dan tentunya salah satu wakil Indonesia, yakni Universitas Diponegoro.

4. Taman Air Mancur Menari, Kado ITS untuk Surabaya


Peresmian Taman Air Mancur menjadi kado manis yang diberikan oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya pada hari jadi Kota Surabaya ke-725 tahun. Konstruksi air mancur yang menjulang ini diklaim sebagai bentuk hadiah spesial dari Alumni Teknik Sipil ITS (ALSITS) yang telah memasuki usia 60 tahun pada November 2017 lalu. Taman air mancur yang memiliki luas 1.000 meter persegi ini didesain dengan pencahayaan lampu LED RGB 1.000 lumens serta teknologi hologram, sehingga dapat memvisualisasikan beragam gambar tiga dimensi yang memanjakan mata pengunjung. Selain itu, Wali Kota Surabaya, Dr (HC) Ir Tri Rismaharini MT mengungkapkan terima kasihnya sangat kepada ITS yang telah memberikan kado pelipur lara ini bagi warga kota Surabaya pascaperistiwa teror bom lalu.

5. ITS Juara Kontes Robot Indonesia


Mengulang kejayaannya di tahun 2014, mahasiswa ITS kembali menorehkan prestasi gemilang usai dikukuhkan sebagai Juara Umum pada Kontes Robot Indonesia (KRI) 2018 tingkat nasional. Dalam kontes bergengsi tersebut, Tim River yang merupakan wakil ITS dalam Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI) berhasil menyabet juara pertama usai mencapai rong bay dalam waktu 30 detik. Sedangkan, Tim Iris yang bermain pada divisi Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Beroda, Tim Abinara-1 pada divisi Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI), dan Tim V-Rose pada divisi Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI) harus berpuas menduduki peringkat kedua. Berbeda dengan tahun sebelumnya, sang juara dunia Tim Ichiro dari divisi KRSBI Humanoid (berkaki) terpaksa mengundurkan diri dari pertandingan karena regulasi pertandingan tidak sesuai dengan yang dikeluarkan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

6. Gandeng Kemenhub, ITS Kurangi Kecelakaan Pesawat


Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menjajaki kerja sama dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan pihak terkait untuk mengembangkan alat pendeteksi wind shear. Kerja sama ini sebagai langkah untuk mengurangi angka kecelakaan pesawat yang disebabkan oleh perubahan pergerakan angin secara tiba-tiba. Alat pendeteksi ini masih berupa prototype yang telah sampai pada tahap pengujian lapangan. Melalui Wind Shear Detector karya anak bangsa ini, diharapkan dapat memudahkan bandara untuk mengaplikasikannya di lapangan. Hal ini dikarenakan alat temuan yang dibuat harganya jauh lebih ekonomis. Di samping itu, alat ini juga merupakan langkah untuk kemajuan dunia penerbangan Indonesia.

7. ITS Peringkat Dua Publikasi Ilmiah Paling Produktif di Indonesia


Prestasi yang membanggakan kembali diraih oleh ITS. Pada acara Science and Technology Index (Sinta) Award yang diadakan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) RI. ITS berhasil meraih penghargaan tertinggi kedua di Indonesia sebagai institusi dengan produktivitas publikasi internasional bereputasi tahun 2017-2018 di Scopus, pengindeks jurnal terbesar di dunia. Selain meraih penghargaan bergengsi tersebut, salah satu dosen ITS juga berhasil menyabet penghargaan di ajang Sinta Award ini. Yaitu penulis dengan jumlah publikasi tertinggi 2016-2018 kategori Perguruan TInggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) atas nama Prof Drs Ec Ir Riyanarto Sarno MSc PhD dengan perolehan skor Sinta 34,83 dan berhasil mengantarkannya menjadi pemenang ketiga di Indonesia.

8. ITS Bangun Instalasi Pengolahan Air Minum di Balikpapan


Departemen Teknik Lingkungan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dipercaya oleh Direktorat Jenderal (Dirjen) Penguatan Inovasi Kementerian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti) sebagai pelaksana kegiatan aplikasi inovasi teknologi pengolahan air minum di Pondok Pesantren Hidayatullah Balikpapan. Berdasarkan teknologi tersebut, air danau yang sebelumnya berwarna hijau disulap menjadi bening dan aman untuk langsung diminum. Dalam peresmiannya, Dirjen Penguatan Inovasi Dr Jumain Appe MSi, Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana MScES PhD, serta Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dr Ir Hetifah Sjaifudian MPP yang sekaligus tokoh masyarakat Kalimantan Timur berkesempatan untuk meminum air hasil olahan ini. Ketiganya berpendapat bahwa air hasil olahan ini tidak berbau, lebih bening, dan lebih segar dibandingkan dengan air minum dalam kemasan.

9. Flag Football ITS Pertahankan Juara Nasional Empat Tahun Berturut-turut


Prestasi demi prestasi tidak hanya ditorehkan dalam bidang keilmuan sains dan teknologi saja. Hal ini dibuktikan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Flag Football ITS yang berhasil mempertahankan gelar juara untuk keempat kalinya pada kompetisi College Bowl VI IFFA akhir November lalu di Stadion Pancasila, Universitas Gadjah Mada (UGM). Diungkapkan salah satu Pemain Seaborg ITS, Mohammad Kapita Umbasan,Tim Seaborg ITS selalu memiliki prinsip bahwa usaha yang keras tidak akan mengkhianati hasil. Prinsip dan usaha yang dilakukan ia dan tim sukses membawa ITS melibas 15 tim lain yang berpartisipasi di ajang flag football antar perguruan tinggi se-Indonesia tersebut.

10. ITS Masuk Pemeringkatan Times Higher Education (THE) 2019


Untuk kali pertama, ITS berhasil menyandingkan namanya dengan jajaran universitas dunia dalam Times Higher Education World University Ranking (THE) 2019 yang dikeluarkan oleh lembaga Times dari Inggris. Dalam prosesnya, terdapat 13 indikator kinerja yang dinilai dengan saksama untuk memberikan perbandingan yang paling komprehensif dan seimbang, yang dipercaya oleh mahasiswa, akademisi, pemimpin universitas, industri, dan pemerintah. Tak tanggung-tanggung, untuk pemeriksaannya sendiri turut melibatkan kantor jasa profesional PricewaterhouseCoopers (PwC) yang saat ini merupakan kantor jasa pemeriksa terbesar di dunia. Selain itu, di tingkat nasional, ITS berada diposisi kelima setelah Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor dan Universitas Gadjah Mada.

11. Website ITS Terbaik Kedua di Indonesia


Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berhasil meraih peringkat dua dalam ajang Anugerah Humas Perguruan Tinggi Negeri dan Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) 2017 kategori website. Website ITS yang baru dinilai telah merepresentasi institusi dan memiliki sasaran pembaca yang tepat. Selain itu, dalam kategori publisitas, ITS hanya menduduki peringkat keempat. Sedangkan untuk kategori media sosial sendiri masih jauh dari kata bagus. Namun, Dr Dra Agnes Tuti Rumiati M Sc, Sekretaris Institut ITS dan tim branding di Unit Protokoler, Promosi, dan Humas ITS mengaku akan membentuk tim administrator untuk mengevaluasi hal ini dan memberikan yang terbaik kedepannya.

12. Dosen ITS Kembangkan Augmented Reality untuk Pelajari Topografi Indonesia


Dosen Departemen Teknik Geomatika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Agung Budi Cahyono ST MSc, mengembangkan Topography Augmented Reality (Top-AR) di Indonesia untuk membantu siswa mempelajari topografi dalam bentuk tiga dimensi. Sistem yang menggunakan gradasi warna sebagai pembeda ketinggian, bentuk, kerapatan garis kontur, serta simulasi gerakan air di muka bumi ini terdiri dari empat komponen yakni komputer, sensor, proyektor, dan media pasir. Bersama tim, Top-AR dirancang bekerja dengan cara memindai pergerakan pasir melalui sensor, kemudian mentransfer hasil pindaian tersebut ke komputer. Hasilnya berupa warna dan garis kontur yang nantinya akan divisualisasikan ke pasir melalui proyektor.

13. ITS Kembali Juara Umum di Kontes Jembatan Indonesia 2018


ITS secara resmi menyandang gelar Juara Umum pada Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-14 yang digelar di Universitas Hasanuddin, Makassar. Memenangkan tiga kategori dari enam kategori yang dilombakan pada kelas KJI Baja membuat kampus perjuangan kembali mengulang kejayaannya pada 2015 silam. Selain juara umum KJI, ITS juga menyabet Juara III dalam Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia (KBGI) ke-10. Pembina KJI, Aniendhita Rizki Amalia ST MT menyatakan rasa bangganya atas raihan Tim KJI bimbingannya tersebut. Baginya, usaha keras dari tim yang beranggotakan mahasiswa Departemen Teknik Sipil dan Teknik Infrastruktur Sipil itu telah membuahkan hasil yang terbaik.

14. Dari ITS untuk Anak-anak Penyandang Tunanetra


Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus berupaya memberikan bantuan yang terbaik kepada siswa-siswi Sekolah Luar Biasa (SLB) A YPTN Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sekolah ini hanya melayani khusus penyandang tunanetra dengan jumlah siswa sejumlah 25 anak. Tak ada raut sedih, semangat para siswa begitu terasa tatkala Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Prof Ir Joni Hermana MScES Phd melakukan kunjungan sekaligus ramah tamah dengan mereka. Dikatakan oleh Ahmad Fatoni S Adm, Ketua Yayasan, ITS sudah banyak membantu anak-anak di yayasan tersebut, salah satunya adalah melalui mesin printer braille. Menurutnya dampak yang diberikan dengan adanya mesin ini sangat luar biasa. Anak-anak bisa terus belajar, berkarya, dan mengembangkan dirinya.

15. ITS Juara Desain Keamanan Kapal di Amerika Serikat


Sebagai momentum yang siap menjadi poros maritim dunia, Kapal Archimaiden besutan Tim Basudewa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya meraih peringkat dua dalam ajang Worldwide Ferry Safety Design Competition yang diadakan oleh Worldwide Ferry Safety Association di Amerika Serikat (AS). Tim ini sukses meraih penghargaan dibawah bimbingan Ir Agoes Santoso MPhil dari Departemen Teknik Sistem Perkapalan (Siskal) dan Hasanuddin ST MT dari Departemen Teknik Perkapalan. Desain kapal ferry ini memiliki keunggulan di bagian stabilitas, konstruksi kapal dengan menggunakan teknologi twin-screw water jet sebagai tenaga penggerak yang menggunakan bahan bakar hibrida ekonomis. Dalam kompetisi yang diikuti oleh 19 negara, termasuk AS, Jerman, Perancis, Belanda, dan negara maju lainnya, prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi tim ITS, karena mampu mengungguli negara-negara maju yang terkenal dengan teknologi terbaru dalam bidang maritime.

16. Lagi, ITS Luncurkan Mobil Listrik dan Biodiesel untuk Rally Dakar


Untuk yang kesekian kalinya ITS meluncurkan karyanya dalam bidang otomotif. Bekerja sama dengan PT PLN (Persero) dan Universitas Budi Luhur Jakarta, Pusat Unggulan Iptek Sistem Kontrol Otomotif (PUI-SKO) ITS merampungkan tiga seri mobil inovatif, yakni mobil bertenaga listrik, bertenaga biodiesel dan hybrid. Mobil yang diberi nama PLN BLITS, Hybrid Series Kasuari, dan WVO Ford Ranger ini memiliki spesifikasi yang berbeda-beda. Seratus persen bertenaga listrik dengan motor yang berkapasitas 50 kilowatt, PLN BLITS digadang-gadang menjadi primadona pada Rally Dakar 2019. Kemudian, Hybrid Series Kasuari merupakan seri hybrid yang dikombinasikan dengan diesel, sehingga mobil ini hanya memerlukan 50 persen tenaga listrik dan sisanya tenaga diesel. Selain itu, nama Kasuari diambil sebagai wujud dedikasi untuk wilayah Indonesia bagian timur. Sedangkan, WVO Ford Ranger merupakan mobil dengan bahan bakar biodiesel minyak goreng yang sebelumnya berbahan bakar solar.

17. Pertama di Dunia, Ilmuwan ITS Teliti Dampak SRM Geoengineering


Salah satu ilmuwan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Dr rer pol Heri Kuswanto MSi, akan menjadi salah satu peneliti pertama di dunia yang melakukan penelitian dampak Solar Radiation Management (SRM) atau solar geoengineering. Penelitian tersebut ia kerjakan bersama dua dosen muda dari Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) yang juga alumni ITS dan satu orang peneliti dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Menurut Heri secara khusus proyek ini akan menyelidiki bagaimana temperatur dan curah hujan akan berubah setelah penerapan SRM di masa yang akan datang. Hasil penelitian yang rencananya dipublikasikan akhir tahun 2020 tersebut akan membuktikan secara ilmiah apakah SRM akan berdampak positif atau negatif. Hal itu nantinya menjadi dasar apakah SRM bisa diaplikasikan ke depannya atau tidak.

18. Huntara ITS 1.0 Ringankan Beban Korban Gempa


Guna meringankan beban korban gempa Lombok serta menjadi langkah mengabdi pada masyarakat, ITS inisiasikan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) 1.0. Berbeda dengan milik pemerintah, Huntara ini dibangun oleh masyarakat sendiri dengan gotong-royong. Dengan memperhitungkan luas tanah dan jumlah jiwa dalam satu kepala keluarga, desainnya dibangun dengan ukuran 7,2 x 4,8 meter persegi. Proyek ini juga memanfaatkan bekas bangunan lama yang materialnya masih dapat dipakai. Seperti seng, kayu, dan batu bata. Sementara itu, kebutuhan semen, triplek, serta alat pertukangan telah disediakan oleh ITS. Tak hanya untuk korban gempa di Lombok, ITS turut serta menerjunkan Tim Tanggap Bencana untuk membantu korban tsunami dan likuifaksi Palu, Sigi dan Donggala serta korban tsunami Banten dan Lampung.

Demikianlah 18 rangkaian prestasi, inovasi, hingga pengabdian masyarakat yang telah dilakukan ITS di 2018. Semoga berbagai capaian tersebut dapat terus meningkat sepanjang tahun 2019 ke depan. Usaha ini tidak lain adalah agar ITS terus mengamalkan Tri Dharma Perguruan Tinggi berupa pendidikan, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian pada masyarakat.

Salam
Tim Redaksi ITS Online

Berita Terkait