ITS News

Jumat, 19 Agustus 2022
29 Desember 2018, 00:12

Tawarkan Ide Pemasaran Kreatif UMKM, Mahasiswa ITS Sabet Juara Kedua

Oleh : itsmis | | Source : -

(Dari kiri) Isnanto Khomarudin, Evita Nuriya Rosada, Primaningtyas Kusanggita, dan didampingi oleh panitia yang berhasil meraih juara kedua dalam Industrial on Small and Medium Enterprises Competition (ISMEC) 2018 di Universitas Brawijaya

Kampus ITS, ITS News – Berlatar keinginan membantu meningkatkan pendapatan suatu usaha, tiga mahasiswa Departemen Teknik Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berhasil menawarkan gagasan pemasaran kreatif dalam hal kemajuan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Malang sekaligus menyabet juara kedua dalam Industrial on Small and Medium Enterprises Competition (ISMEC) 2018 di Universitas Brawijaya.

Kepada ITS Online tim yang beranggotakan Primaningtyas Kusanggita, Isnanto Khomarudin, dan Evita Nuriya Rosada ini membagikan kisahnya. Isnanto Khomarudin atau yang akrab disapa Isnan mengaku diminta untuk mengaplikasikan keilmuan teknik industrinya dalam persiapan Revolusi Industri 4.0 di Kampung Sapi Adventure, Kota Batu. Tim kemudian melakukan analisis strategi pemasaran yang dibutuhkan dalam perumusan gagasan. “Pemasaran produk susu di sana masih mengandalkan Kantor Unit Desa (KUD) Batu. Hal tersebut membuat branding susu rendah,” jelas mahasiswa asal Kediri itu.

Dikatakan Isnan, melakukan penganalisisan tersebut tidaklah mudah. Menurutnya, banyak hal yang harus diperhitungkan, seperti dalam perumusan metode perencanaan strategis atau biasa disebut SWOT (Strength, Weakness, Opportunity dan Threats, red) dan pendekatan faktor internal eksternal dengan analisis TOWS Matrix. “Analisis ini lebih memastikan kita dapat memperhitungkan dan memanfaatkan dengan baik setiap peluang untuk membentuk suatu strategi,” urai mahasiswa yang sedang menjalani semester tujuh itu.

Analisis-analisis tersebut membuahkan gagasan yaitu sebuah kolaborasi dengan pemerintah, organisasi dan institusi lain. Lanjutnya, kerja sama dengan pemerintah bisa membantu mengembangkan taman wisata melalui bantuan berupa dana. Selain itu, kerja sama dengan organisasi lain bisa menambah jaringan distribusi penjualan. Artinya, susu yang telah diolah tidak harus disalurkan ke KUD Batu, tetapi juga disalurkan ke unit atau organisasi profit lain yang butuh pemasok susu. Sementara dalam hal kerja sama dengan institusi yakni melakukan riset tentang dairy production agar produksinya bisa terus menerus.

Berbicara soal pemasaran produk, tim membagi wilayah distribusi penjualan susu ke dua tempat yakni Jawa Timur dan luar Jawa Timur. Kata Isnan, pendistribusian di luar daerah malang bisa dilakukan pembangunan warehouse atau pergudangan susu. “Di pergudangan susu itu, bisa digunakan sebagai tempat penyimpanan, pengolahan, dan pengemasan. Biar jikalau disetorkan di unit-unit kecil Surabaya dan sekitarnya, susu tidak mudah rusak,” ucapnya. Untuk luar Jawa Timur, bisa dibangunkan lagi kampung sapi adventure dua atau tiga sebagai anak cabang.

Tak hanya memberikan gagasan terkait pemasaran ke pihak kampong sapi adventure, Isnan mengaku juga menawarkan gagasan baru terkait pengolahan kotoran sapi menjadi produk biogas dan pupuk kompos. “Produk itu bisa dijual sebagai produk samping susu dan bisa menambah pendapatan,” ungkapnya kepada ITS Online. (rio/owi)

Berita Terkait