ITS News

Selasa, 16 Agustus 2022
18 Desember 2018, 19:12

Mantan Dekan FTK ITS Tutup Usia

Oleh : itsmis | | Source : -

Rektor ITS, Prof Ir Joni Hermana MScES PhD saat memanjatkan doa untuk Ir Soeweify MEng

Kampus ITS, ITS News – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kehilangan salah satu putera terbaiknya. Mantan dekan Fakultas Teknologi Kelautan (FTK), Ir Soeweify MEng menghembuskan nafas terakhirnya pada Senin (17/12) malam. Atas jasanya, ITS melakukan upacara pelepasan di depan Gedung Rektorat yang dihadiri oleh sejumlah petinggi dan dosen senior, Selasa (18/12).

Weify, begitu almarhum akrab dipanggil, semasa hidupnya merupakan mantan dekan FTK ITS periode 1989-1992. Almarhum mengidap diabetes sejak beberapa tahun terakhir, dan kondisinya diperparah dengan stroke yang dialaminya sejak April lalu. Sejak saat itu, kondisi kesehatannya terus menurun hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhir pada Senin pukul 21.45. Kepergian Weify meninggalkan seorang istri, dua orang anak dan empat orang cucu.

Semasa hidupnya, Weify merupakan sosok yang dikenal sangat perhatian terhadap dunia pendidikan. Saat kondisi kesehatannya mulai menurun, ia tetap giat membuat paper atau mempersiapkan bahan ajar di kelas. “Bahkan beberapa waktu lalu saat saya berkunjung, beliau masih ingin menyelesaikan papernya,” terang Mirwan Prasetiyo, anak kedua Weify.

Kondisi kesehatannya juga tidak menurunkan semangatnya untuk mengajar. Setiap seminggu sekali, Mirwan harus membantu mempersiapkan materi mengajar karena kondisi kesehatan ayahnya yang tidak prima. Weify baru benar-benar berhenti mengajar beberapa minggu terakhir, meskipun dalam keadaan sulit berbicara karena stroke yang dideritanya. “Beliau benar-benar menyukai mengajar di kelas,” ujar Mirwan yang juga merupakan alumni Departemen Teknik Mesin ITS tersebut.

Hal tersebut diamini oleh Rektor ITS, Prof Ir Joni Hermana MscEs PhD yang memiliki kenangan tersendiri dengan almarhum. Menurut Joni, sosok Weify sangat berperan besar terhadap perkembangan FTK sampai hari ini. Selain itu, Joni juga mengenang Weify sebagai sosok yang sangat mengayomi meskipun statusnya adalah dosen senior. “Komitmennya luar biasa, sehingga tak heran banyak yang merasa amat kehilangan,” ujarnya.

Setelah dilakukan pelepasan oleh ITS, jenazah Weify disholatkan di Masjid Manarul Ilmi selepas sholat dhuzur. Jenazah lalu akan dimakankan di pemakaman umum Keputih Makam, Sukolilo, Surabaya di hari yang sama. (mik)

Suasana pelepasan jenazah Ir Soeweify MEng di depan gedung rektorat ITS

Berita Terkait