ITS News

Jumat, 19 Agustus 2022
26 November 2018, 15:11

Digitalisasi Sektor Logistik Maritim pada Revolusi Industri 4.0

Oleh : itsmis | | Source : -

Wenny Ananda Larasati, salah satu pembicara pada kuliah tamu bersam dengan dosen Departemen Teknik Transportasi Laut

Kampus ITS, ITS News – Sektor logistik maritim turut mengalami digitalisasi seiring dengan bergulirnya era Revolusi Industri 4.0. Fenomena ini membuat semua data terintegrasi dan menyisakan peluang yang besar bagi mahasiswa. Hal ini disampaikan Ludfiyanti, SPV Logistics PT Kamadjaja Logistics dalam kuliah tamu yang diadakan Departemen Teknik Transportasi Laut Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya pada kamis (22/11).

Beberapa perusahaan logistik di Indonesia saat ini sudah mulai memanfaatkan teknologi untuk membantu proses logistik di semua sektor, tak terkecuali pengiriman jalur laut. Mulai dari pendataan muatan sampai pengajuan klaim atas asuransi, hampir semuanya ditunjang oleh aplikasi pintar dan menjadi lebih transparan.

Dalam logistik maritim, muatan yang akan dikirim banyak mengalami pendataan guna memastikan barang dikirim ke tujuan yang tepat. Saat ini, pendataan muatan sudah banyak dilakukan secara digital, serta menjadi lebih transparan dan dapat diakses oleh siapapun secara daring. “Aplikasi yang diterapkan berbasis database kemudian diunggah ke website perusahaan,” ujarnya.

Selain proses pendataan, muatan juga harus dapat dilacak posisinya. Baik itu ketika masih berada di depo atau tempat penumpukan petikemas, ketika beralih ke pelabuhan, maupun ketika sudah terangkut di atas kapal atau sampai di pelabuhan tujuan. “Setiap perusahaan saat ini sudah mempunyai aplikasi shipment tracking tersendiri, spesifikasinya bergantung pada jasa pengangkutan yang ditawarkan tiap-tiap perusahaan,” ujar profesional yang sudah sebelas tahun menekuni bidang logistik tersebut.

Barang yang dikirim harus sampai tepat waktu dan menuju tempat yang ditentukan dalam kondisi baik. Oleh karena itu urusan asuransi untuk muatan yang diangkut oleh kapal terintegrasi, sebagaimana yang disampaikan oleh Wenny Ananda Larasati, Claim Analyst PT Kamadjaja Logistic. “Saat ini, urusan asuransi muatan dikerjakan menggunakan aplikasi yang terintegrasi, sehingga proses pengajuan klaim terlaksana secara online,” tuturnya.

Selain aplikasi untuk database, tracking dan klaim asuransi, perusahaan logistik juga telah menerapkan teknologi informasi untuk perencanaan hingga jasa customer service. Beberapa aplikasi yang telah digunakan antara lain K-log SCM Profit, K-log SunGL, K-log Human Resource Information Sistem (HRIS), K-log budget realization (eBR) yang berbasis android, serta K-log Helpdesk untuk support ticket system.

Dengan berkembangnya digitalisasi pada sistem logistik maritim, muncul berbagai tantangan yang harus diselesaikan, mulai dari error pada sistem, data yang belum real time, serta menjaga produktifitas, dan meningkatkan jasa pelayanan. Tantangan tersebut menjadi peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan dan memperbaikinya. “Dunia logistik akan terus menjadi kebutuhan dalam dunia bisnis dengan ilmu dan inovasi yang dinamis, untuk itu tetap semangat, terus berusaha dan berkarya,”pungkas Ludfiyanti. (yus/mik)

Berita Terkait