ITS News

Rabu, 29 Juni 2022
20 November 2018, 23:11

Gencarkan Internasionalisasi, BEM ITS Helat International Fair

Oleh : itsmis | | Source : -

Presiden BEM ITS, Haekal Akbar, ketika memberikan sambutan pada International Fair

Kampus ITS, ITS News – Globalisasi menyapu hampir segala aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Mahasiswa sebagai pelaku pendidikan tinggi dituntut untuk siap menghadapi fenomenal ini, misalnya dengan memperkuat wawasan global. Merespon tantangan tersebut, Kementerian Hubungan Luar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menghelat International Fair pada Minggu (18/11) di Gedung Teater C ITS.

Hadir dalam kegiatan ini, Presiden BEM ITS Periode 2018/2019, Haekal Akbar Kartasasmita. Dalam sambutannya, Haekal menjelaskan bagaimana globalisasi menghapus batas-batas wilayah suatu negara. Sebagai konsekuensinya, bagi Haekal, mahasiswa harus mulai menempatkan dirinya sebagai masyarakat dunia, bukan regional.

“Sayangnya, banyak mahasiswa yang belum menyadari pentingnya internasionalisasi. Karenanya, kegiatan bertema Empowering Youth Movement for Globalization ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran tersebut,” tutur Haikal.

Selaras dengan Haikal, Ketua Pelaksana Kegiatan, Bima Putra Goklas menjelaskan, acara ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan internasional bagi mahasiswa ITS, khususnya mengenai studi ke luar negeri. “Kami berusaha menghadirkan forum informatif bagi mahasiswa mengenai segala hal tentang kuliah di luar negeri,” terangnya.

Mahasiswa Departemen Statistika ini juga mengungkapkan, iklim globalisasi memaksa mahasiswa untuk meningkatkan daya saing global. Acara ini, paparnya, menyediakan wadah untuk mendorong mahasiswa agar menimba ilmu tidak hanya dari Indonesia, namun juga dari luar negeri.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang hanya mendatangkan perwakilan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di luar negeri, tahun ini Bima, sapaan akrab pria tersebut, beserta tim turut menghadirkan organisasi-organisasi yang bergerak dibidang Internasionalisasi. “Sehingga, mahasiswa tidak hanya disajikan informasi tentang kuliah di luar negeri, tetapi juga informasi tentang isu-isu global,” terangnya.

Untuk mendukung tujuan tersebut, Bima menggandeng ITS International Office (IO) dan AIESEC Surabaya sebagai pembicara. Adapun perwakilan PPI sendiri diantaranya adalah Mochammad Soleh sebagai perwakilan dari PPI Polandia, serta M Ridha Tantowi sebagai perwakilan PPI Portugal. “Karenanya, kami mengubah nama acara ini dari PPI Fair menjadi International Fair, sebab pembicaranya yang beragam,” imbuh Bima.

Bima berharap, melalui acara ini mahasiswa ITS dapat membuka wawasan mengenai internasionalisasi serta isu-isu yang sedang hangat di kancah dunia. Hal ini senada dengan Haekal yang menginginkan mahasiswa dapat menjalani internasionalisasi serta menyebarkan semangat tersebut kepada orang lain. (fat/qi)

Bima Putra Goklas selaku ketua panitia Internasional fair ketika memberikan sambutan

Berita Terkait