ITS News

Sabtu, 20 Agustus 2022
19 November 2018, 11:11

Cegah Mubazir, Aplikasi Bagi Bagi In Raih Perak Gemastik 11

Oleh : itsmis | | Source : -

Dari kiri Hadziq Fabroyir PhD, Sirria Panah Alam, Djohan Prabow, dan Agatha Putri Adwitya saat ditemui pada malam penutupan Gemastik 2018

Kampus ITS, ITS News – Guna mengatasi tidak meratanya penyaluran makanan di Kota Surabaya, Tim Djotas III besutan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menggagas inovasi rancang bangun aplikasi distribusi makanan berlebih. Melalui inovasinya, mereka berhasil membawa pulang medali perak pada cabang Karya Tulis Ilmiah Teknologi Informasi dan Komunikasi (KTI TIK) Pagelaran Mahasiswa Nasional bidang TIK (Gemastik) 2018 di Gedung Pusat Robotika pada Sabtu (3/11).

Ide ini tercetuskan dari benak Djohan Prabowo, Sirria Panah Alam, dan Agatha Putri Adwitya dikarenakan adanya ketimpangan distribusi makanan di Kota Surabaya. Salah satu anggota tim, Agatha, mengatakan tingkat kelebihan produksi makanan di Surabaya menunjukan angka yang cukup tinggi. Disisi lain, terdapat setidaknnya 155 penduduk miskin yang tidak bisa merasakan makanan dengan layak. “Fenomena ekstrem ini mengisyaratkan kebutuhan sistem yang dapat menyalurkan kelebihan makanan bagi yang membutuhkan,” paparnya.

Berusaha menjawab permasalahan tersebut, dibawah bimbingan Hadziq Fabroyir PhD, Agatha dan tim merancang aplikasi yang diberi nama Bagi Bagi In. Ia menjelaskan, aplikasi ini memuat beberapa menu diantaranya hunger spot, donasi, poin, dan hadiah. Hunger spot berfungsi untuk menunjukkan lokasi masyarakat yang membutuhkan donasi makanan. Adapun menu donasi digunakan sebagai media input bagi mereka yang ingin menyumbangkan kelebihan makanan.

Simulasi menu pada Bagi Bagi In

Agatha menjelaskan, meskipun aplikasi ini bertujuan untuk mengatasi masalah distribusi makanan, pengguna juga diberi kebebasan untuk menyumbang dalam bentuk uang. “Hasil donasi berupa uang akan digunakan untuk memenuhi biaya operasional, misalnya biaya pengemasan makanan dan upah untuk pengantar makanan,” terangnya.

Sementara itu, menu poin dan hadiah sengaja diberikan untuk memacu pengguna agar bersemangat dalam melakukan donasi. “Dengan cara ini kami berusaha memberikan timbal balik yang sesuai bagi para donatur,” ujar mahasiswi Teknik Informatika itu.

Perempuan berkerudung ini menambahkan, aplikasi Bagi Bagi In merupakan aplikasi sejenis chatter bot yang menumpang pada aplikasi Line. “Pengguna tidak perlu menginstall aplikasi ini secara langsung di smartphone mereka. Untuk dapat menikmati berbagai fitur Bagi Bagi In, pengguna cukup menambahkan akun Bagi Bagi In di aplikasi Line mereka,” pungkasnya. (hen/qi)

Tim Djotas III usai menerima medali perak LKTI TIK

Berita Terkait