ITS News

Kamis, 18 Agustus 2022
11 November 2018, 23:11

Mahasiswa ITS Ciptakan Terobosan Baru Mengunci Pintu

Oleh : itsmis | | Source : -

Tim Whizard Meraih Peringkat Tiga pada Gemastik 11 Kategori Piranti Cerdas, sistem Benam, dan IoT

Kampus ITS, ITS News – Perkembangan teknologi muncul dengan tujuan menyelesaikan permasalahan manusia. Salah satu permasalahan yang senantiasa dihadapi adalah keamanan. Berangkat dari hal tersebut, Tim Whizard, perwakilan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya pada Pagelaran Mahasiswa Nasional bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (Gemastik) 11 menawarkan Nova-Lock, sistem kunci pintar yang siap menggantikan sistem kunci konvensional.

Beranggotakan Widhi Mahaputra Pande Putu, Irzal Ahmad Sabilla, dan Rafi R Ramadhan dari Departemen Informatika ITS, tim ini berhasil menciptakan sistem cerdas pada kunci rumah. Sistem ini memanfaatkan fitur QR code, GPS, Bluetooth, kamera, internet, dan web service secara bersamaan sebagai pengganti anak kunci. Sehingga, tidak dibutuhkan penggandaan kunci untuk rumah dengan penghuni banyak. Berkat inovasi tersebut, tim ini sukses menyumbang medali perunggu bagi almamater dalam kategori Piranti Cerdas, Sistem Benam, dan Internet of Things (IoT) Gemastik 11.

Salah satu anggota, Irzal, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa pada sistem buatannya terdapat empat tahap pengamanan yang harus diselesaikan pengguna. Tahap pertama adalah tahap membaca QR code lewat aplikasi yang telah disediakan pada gawai pengguna. QR code ini berisi informasi titik koordinat serta alamat rumah. Titik koordinat kemudian akan dicocokan dengan lokasi pengguna. Sedangkan alamat rumah berfungsi untuk mengenali rumah pengguna.

Irzal merasa yakin dengan keamanan fitur QR code yang dibuatnya. Pasalnya, sistem hanya akan membaca QR code yang dibaca pada radius 10 meter dari pintu rumah. Sistem juga akan mencocokan apakah alamat pengguna sesuai dengan alamat pada QR code. “Ini akan mencegah kejahatan apabila QR code sebuah rumah disebarluaskan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” tuturnya.

Apabila pengguna telah berhasil melakukan pembacaan QR code, sambungnya, aplikasi akan meminta pengguna untuk memasukan nama pengguna (username) dan sandi (password). Tidak cukup sampai disitu, aplikasi akan melakukan pemindaian wajah pada pengguna. Ketiga hal tersebut akan diproses oleh server untuk dicocokan. “Kami telah melengkapi aplikasi dengan kecerdasan buatan. Pemindaian wajah (face recognition) yang dilakukan sangat presisi, bahkan jika wajah pengguna lebam-lebam sekalipun,” ungkapnya dengan percaya diri.

Irzal melanjutkan, apabila semua syarat telah cocok, sistem akan memerintahkan microcomputer pada pintu untuk membuka pintu. Setelah pengguna masuk, CCTV akan menangkap gambar pengguna untuk dikirim ke server. “Sehingga penghuni rumah lain dapat memantau siapa yang masuk kedalam rumah hari itu,” tambahnya.

Irzal mengakui, sistem yang telah mereka rancang sejak awal tahun 2018 ini sekilas terlihat rumit dalam penggunaannya. Namun, ia mengungkapkan bahwa dalam penerapannya, pengguna hanya butuh waktu kurang dari tiga detik untuk menyelesaikan seluruh tahapan autentikasi. “Selain itu, sistem ini juga memiliki pengamanan yang berlapis sehingga sulit untuk dibobol,” terangnya.

Tak hanya itu, Ia juga mengungkapkan bahwa sistem ini cenderung lebih murah daripada kompetitor yang hampir sejenis. Ia juga berani mengatakan bahwa belum ada alat serupa yang dikembangkan. Kedepannya, Irzal memiliki dua pilihan dalam memasarkan karya tersebut, yaitu dengan sistem sewa atau dijual secara utuh. “Untuk sistem sewa, saya berencana bekerjasama dengan pihak penyedia layanan internet. Karena alat ini membutuhkan koneksi internet, maka saya rasa itu akan sama-sama menguntungkan,” pungkasnya. (fat/owi)

Berita Terkait