ITS News

Jumat, 12 Agustus 2022
08 November 2018, 13:11

Peran Penting Mahasiswa Sosialisasikan Pemilu Damai

Oleh : itsmis | | Source : -

Ketua KPU Jawa Timur Eko Sasmito SH MH Mensosialisasikan Pentingnya Pemilu Damai kepada mahasiswa ITS

Kampus ITS, ITS News – Indonesia akan segera melaksanakan pesta demokrasi pada 2019 mendatang. Dalam rangka memberikan edukasi serta sosialisasi mengenai pemilu, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya mendatangkan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur, Eko Sasmito SH MH, guna sosialisasikan pemilu damai dan peran penting mahasiswa.

Pria yang akrab disapa Eko ini memaparkan, regulasi-regulasi baru yang ditetapkan pemerintah dalam mempersiapkan pemilu 2019. Ia juga membagikan pengalamannya selama ini dalam memantau jalannya pemilu di beberapa daerah di Indonesia. “Sosialisasi tentang pemilu sangat penting dilakukan terutama untuk tetap menciptakan kondisi yang aman dan tertib saat menjelang pemilu,” terangnya kepada peserta kuliah tamu Mata Kuliah Kewarganegaraan, Sabtu (3/11).

Eko menceritakan, pada zaman kerajaan dulu, pergantian kepemimpinan harus melalui kudeta atau saling bunuh berebut kekuasaan. Zaman sekarang, lanjutnya, pergantian pemilu dilakukan secara damai melalui pemilu. “Tentu damai di sini dari semua pihak baik peserta maupun pemilih,” tuturnya.

Eko juga menjelaskan bahwa selama ini jumlah partisipasi pemilu selalu kurang dari yang diharapkan. Penyelenggara negara yang tidak melaksanakan visi misi sesuai yang diberikan saat kampanye, pemikiran di masyarakat untuk menjadi golongan putih (golput), hingga jarak tempat pemungutan suara yang jauh dari rumah kerap menjadi alasannya. Menanggapi hal tersebut, Eko meminta peran mahasiswa untuk ikut andil dalam mensosialisasikan pentingnya pemilu di kalangan keluarga dan lingkungan sekitar.

Lebih lanjut ia memberikan informasi mengenai hal-hal yang harus dihindari masyarakat khususnya mahasiswa menjelang pemilu 2019. Pertama adalah menangkal berita hoax (bohong, red) yang dapat menimbulkan keresahan. Kedua adalah mencegah politisasi Suku Agama Ras dan Antar golongan (SARA) yang dapat menimbulkan provokasi di masyarakat.

Selanjutnya, yang terakhir adalah ikut dalam proses pengawasan mencegah terjadinya politik uang antara calon wakil rakyat dengan masyarakat. “Tiga hal tersebut penting untuk dicegah mengingat banyak cara dari peserta pemilu dan pendukungnya untuk meraih suara rakyat baik dengan cara baik maupun buruk,” pesannya.

Dikatakan Eko, dalam sebuah kontestasi politik tentunya akan menimbulkan berbagai pertentangan, perbedaan pendapat, dan yang paling parah adalah munculnya sengketa. Mengatasi hal tersebut tentunya diperlukan sikap kedewasaan dari masyarakat agar tetap tercipta kondisi yang kondusif.

Masyarakat harus cermat mengetahui visi misi dari calon wakil rakyat agar jika benar-benar terpilih nanti akan memberikan efek yang baik bagi perkembangan Indonesia. Eko menjelaskan bahwa kebijakan yang baik lahir dari pemimpin yang baik. “Sedangkan pemimpin yang baik lahir dari masyarakat yang cermat dalam memilih,” tegasnya.

Eko berpesan kepada mahasiswa peserta kuliah tamu untuk kembali membaca berbagai aturan terkait pemilu. Selain itu, mahasiswa juga hendaknya tidak mudah terprovokasi menjelang tahun politik hingga selesai pemilu nanti. Menyebarkan semangat pemilu damai, tambah Eko, haruslah dilakukan dari diri sendiri untuk kemudian menjadi teladan yang baik bagi masyarakat.

Menurutnya, kejahatan yang terorganisir dapat mengalahkan kebaikan yang tidak terorganisir. “Sekarang tugas kita semua untuk lebih mengorganisir kebaikan tersebut demi membawa perubahan Indonesia lebih baik kedepannya,” tukasnya. (sep/owi)

Ketua KPU Jatim memberikan kuliah tamu Mata Kuliah Kewarganegaraan di Gedung Robotika ITS

Berita Terkait