ITS News

Sabtu, 19 September 2020
05 Oktober 2018, 07:10

Bantu Pengusaha Kuliner Lewat Aplikasi Nongs

Oleh : itsmis | | Source : -

Tim Adhigana Menjuarai Innovative Technology Competition 2018 di Unpad Bandung

Kampus ITS, ITS News – Empat mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kembali mengenalkan terobosan baru. Melalui aplikasi android berjuluk Nongs, mereka membantu pegiat usaha kuliner untuk mengusir para anak muda yang nongkrong hingga berjam-jam. Tak pelak, tim Adhigana ini sukses menyabet posisi pertama dalam ajang Innovative Technology Competition 2018 di Universitas Padjadjaran Bandung, Sabtu (29/9) malam.

Ditemui sepulang dari Bandung, Ketua tim Adhigana, Mahadika Favian menerangkan inovasi dari timnya ini. “Nongs merupakan sebuah aplikasi yang sangat bermanfaat bagi penggiat usaha kuliner, khususnya kafe metropolitan yang kerap dipadati anak muda,” ujar mahasiswa Departemen Teknik Mesin ITS ini.

Aplikasi ini, lanjutnya, mampu mengatur durasi waktu yang tersedia bagi pengunjung untuk menikmati fasilitas kafe tersebut. Caranya adalah melalui konversi total tagihan ke dalam satuan waktu, dengan ketentuan seribu rupiah tagihan setara dengan kesempatan nongkrong selama satu menit. Artinya apabila seseorang membeli makanan seharga Rp 20 ribu, maka pelanggan tersebut hanya berhak menggunakan fasilitas yang ada selama dua puluh menit.

“Ini cara efektif untuk meningkatkan kuantitas pengunjung. Setelah waktu yang ditentukan habis, alarm dari aplikasi lantas akan berbunyi untuk mengingatkan pengunjung tersebut,” tukas Favian. Kemampuan inilah yang diunggulkan oleh tim Adhigana, mengingat bahwa saat ini gawai telah menjadi bagian primer dari kehidupan masyarakat, terlebih anak muda.

Melalui penyajian model bisnis yang apik, ide yang juga mendapat pendanaan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ini nyatanya mampu mengungguli kampus ternama seperti ITB dan UNPAD. “Bersyukur sekali, kemenangan ini sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban kami atas dana hibah penelitian tersebut,” pungkasnya. (ion9/saa)

Berita Terkait