ITS News

Sabtu, 21 September 2019
01 Juli 2018, 12:07

Ichiro ITS Raih Penghargaan Pemuda Hebat Indonesia dari Kemenpora

Oleh : itsmis | | Source : -

 

Tim Ichiro saat menerima Penghargaan Pemuda Hebat Indonesia yang Diberiakan oleh Kemenpora.

Kampus ITS, ITS News – Selasa sore, (26/6),  setibanya di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Indonesia, Tim Ichiro Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya mendapat kehormatan dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora). Melalui Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Dr H Asrorun Ni’am Sholeh MA, Ichiro ITS dianugerahi penghargaan “Pemuda Hebat Indonesia 2018” atas prestasi yang telah berhasil mengharumkan nama ITS dan Indonesia di kancah dunia.

Sebelumnya, Tim Ichiro ITS berhasil menjadi juara pertama kategori Humanoid League Teensize Soccer Competition pada kompetisi robot soccer tingkat dunia RoboCup 2018 di Montreal, Kanada, yang berakhir pada Kamis lalu.

Deputi 2 Kemenpora itu mengatakan, bahwa ini adalah berita baik yang bisa disampaikan kepada publik dengan dua tujuan. Tujuan pertama meberikan apresiasi dan rekognisi (pengakuan),  tujuan kedua agar prestasi Tim Ichiro ITS bisa menjadi contoh tauladan dan juga kesempatan bagi kader-kader muda untuk meniru bahwa, pemuda itu harus berprestasi.

“Jangan  sampai anak-anak muda itu yang diberitakan adalah kasus narkotika, kenakalan remaja dan lain sebagainya. Sungguh pun itu menjadi concern (perhatian, red) kita untuk mencegah dan melakukan penanggulangan, tapi ada sekian banyak pemuda Indonesia yang berprestasi,” kata mantan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) itu.

Tim Ichiro saat disambut oleh Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Asrorun Ni’am di Bandara Soekarno Hatta.

Ia juga menjelaskan, terlebih lagi dalam situasi saat ini Indonesia dari sisi demografis sedang diuntungkan dengan bonus demografi. Di mana jumlah pemuda produktif pada puncaknya lebih dominan daripada usia non produktif. Ia meyakini jika bonus demografi dikelola melalui lembaga pendidikan yang memfasilitasi, kemudian banyak pemuda-pemuda yang kreatif seperti Tim Ichiro ITS. “Tentu kita akan melakukan lompatan vertikal untuk menjadi bangsa yang besar pada 10 dan 20 tahun yang akan datang,” ujarnya ditemui di Bandara Soekarno-Hatta.

Ia juga menjelaskan kenapa alasan Menpora Imam Nahrawi saat itu tidak bisa hadir langsung pada acara penyambutan dan pemberian penghargaan “Pemuda Hebat Indonesia 2018” kepada Tim Ichiro. “Pak Menteri (Menpora, red) dalam posisi sakit beliau menyampaikan salam dan meminta saya untuk mewakili beliau,” ujar pria asli Nganjuk tersebut.

Sementara itu dosen pembimbing Tim Ichiro, Muhtadin ST MT mengungkapkan kegembiraannya. Ia menuturkan setelah menang Tim Ichiro memang sangat bangga, namun di balik itu, sebenarnya ini bukan akhir dari perjuangan Tim Ichiro. ”Karena mereka masih ada lomba tingkat nasional di Yogyakarta pada Juli nanti, dan mempertahankan juara itu merupakan proses sulit.” paparnya.

“Ketika mendapatkan penghargaan seperti ini, kita terus terang merasa senang. Karena perjuangan ketika di Montreal, Kanada terbilang cukup berat,” ujar dosen Teknik Komputer itu.

Dari kiri ke kanan, Ketua Tim Ichiro M Reza Ar Razi, Deputi 2 Kemenpora Asrorun Ni’am dan Dosen Pembimbing Tim Ichiro ITS Muhtadin saat diwawancara awak media di Bandara.

Lika-liku Perjuangan
Muhtadin menceritakan perjuangan Tim Ichiro dalam menjuarai perlombaan robot pintar tersebut bisa dikatakan tidak mudah. Persiapan yang sudah dilakukan selama berbulan-bulan di Indonesia, mulai dari hal teknis seperti pengembangan robot dan permasalahan akomodasi harus dilewati mereka. Selain itu perjuangan mereka selama sepekan di Kanada juga mengalami suka-duka yang menarik untuk dibagi.

Biaya selama sepekan di Kanada yang terhitung sangat mahal tersebut tidak lantas menghentikan Tim Ichiro untuk tetap berjuang memenangkan kejuaraan robot bergengsi tersebut. Dengan semangat 10 November mereka akhirnya dapat berangkat menuju Montreal, Kanada dengan menggandeng beberapa sponsor.

Tak sampai di situ saja, setibanya di sana Tim Ichiro juga harus menghadapi permasalahan akomodasi, transportasi dan bahasa. Semula yang dikira oleh mereka bahasa aktif yang digunakan di Montreal, Kanada adalah bahasa Inggris, ternyata bahasa yang digunakan di sana adala Bahasa Perancis.

Untuk akomodasi, Tim Ichiro berhasil menyewa penginapan murah, namun luas dan mudah aksesnya. Muhtadin juga menuturkan, mereka mencoba menghubungi pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kanada, dan ternyata respon KBRI sangat baik. Ketika mereka sampai di Montreal, mereka secara langsung dijemput oleh Atase Perhubungan KBRI Kanada di Montreal beserta jajarannya.

“Bahkan ketika hari raya Idul Fitri, kami diajak sholat Idul Fitri bersama umat muslim di sana dan diajak beramah-tamah dan bersilaturrahim dengan bapak Duta Besar Republik Indonesia di Ottawa,” kata pria berambut ikal tersebut.

Deputi 2 Kemenpora Asrorun Ni’am saat melihat video hasil pertandingan Tim Ichiro ITS.

Robot Sempat Terbakar
Masalah teknis pada robot juga dialami oleh Tim Ichiro, yang saat itu hanya membawa 2 robot berukuran 85 cm. Pada setup day hari pertama tim menghadapi suatu kendala yang serius, yaitu komputer sebagai main controller pada salah satu robot terbakar.

Tim sempat panik, karena tidak membawa cadangan komputer tersebut. Namun mereka mencoba untuk tenang, sambil memikirkan cara untuk memperbaikinya. “Kami memaksimalkan performa robot lainnya. Dengan segala cara, kami berusaha memperbaiki komputer tersebut namun gagal,” jelasnya.

Lanjutnya, mereka mencoba cara lain yaitu membawa komputer tersebut ke tempat servis di sana. Akan tetapi servis tidak bisa dilakukan secara cepat dan memerlukan waktu 2 hari hanya untuk mengetahui apa kerusakannya.

“Kami mencoba alternatif lain yaitu membeli komputer baru di Kanada, kami mencoba mencari komputer yang kami perlukan secara online maupun offline. Alhamdulillah lagi-lagi kami dibantu oleh jajaran staf di KBRI Kanada melalui atase perhubungan sehingga kami mendapatkan komputer yang kami perlukan,” tuturnya.

Untuk agenda yang akan datang, perlombaan Robo Soccer di Yogyakarta nantinya merupakan perlombaan yang berat dari sisi mental. Karena saat ini mereka menjadi juara dunia dan tentunya berharap menjadi jawara juga di tingkat nasional nantinya. Pada 3-12 Agustus mendatang Tim Ichiro juga akan mengikuti perlombaan tingkat internasional yaitu Fira Huro Cup di Taichung, Taiwan. (Humas ITS)

Tim Ichiro Bersama Deputi 2 Asrorun Ni’am dan seluruh Eselon Deputi 2 dan Petinggi ITS saat di Terminal 2 Internasional Bandara Soekarno Hatta.

Berita Terkait