ITS News

Sabtu, 19 Oktober 2019
18 Maret 2018, 08:03

Berada Di Jalur Soshum, Manajemen Bisnis ITS Siap Terima Lulusan IPS dan IPA

Oleh : itsmis | | Source : www.its.ac.id

Kepala Departemen Manajemen Bisnis, Imam Baihaqi ST MSc PhD, saat ditemui ITS Online di ruangannya.

Kampus ITS, ITS News – Pada tahun 2018 ini, seleksi masuk Departemen Manajemen Bisnis Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya mulai beralih ke bidang sosial humaniora (Soshum).

Menurut Imam Baihaqi ST MSc PhD selaku Kepala Departemen Manajemen Bisnis ITS bahwa peralihan bidang ini mulai berlaku pada Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2018. “Calon mahasiswa dari jurusan IPS dapat memilih Manajemen Bisnis pada kategori Soshum. Sedangkan siswa jurusan IPA, harus mengikuti jalur campuran pada SBMPTN ,” ujar Baihaqi.

Keputusan tersebut mulai diberlakukan untuk calon mahasiswa tahun ini. Alasan utamanya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas sekaligus menjawab kebutuhan sumber daya manusia yang memiliki keahlian di bidang manajemen bisnis. “Oleh karena itu, seleksi masuk Departemen Manajemen Bisnis (DMB) ITS Surabaya beralih dari bidang sains dan teknologi (sainstek) ke bidang sosial humaniora (soshum),” ujarnya.

Tahun ini, keketatan masuk Manajemen Bisnis ITS berada di posisi keempat dan pendaftar terbanyak masih dari siswa IPA. “Meskipun beralih kategori dari Saintek ke Soshum, peminat manajemen bisnis masih didominasi oleh jurusan IPA” imbuhnya.

Peralihan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendaftar DMB ITS. “Bila pendaftarnya memiliki kualifikasi yang baik, maka kualitas alumninya pun akan mumpuni,” tutur pria lulusan Monash University Australia ini.

Imam Baihaqi optimistis bahwa departemen Manajemen Bisnis ITS dapat menghasilkan para pengusaha dan pebisnis profesional yang inovatif. Sehingga, lulusannya dapat berkontribusi secara nyata bagi Indonesia.

“Melihat input dan proses perkuliahan manajemen bisnis selama ini, rasanya lulusan Manajemen Bisnis ITS bisa berdaya saing dan ikut menambah lapangan kerja serta mengurangi pengangguran di Indonesia,” pungkasnya. (hen/bal/Humas ITS)

Berita Terkait