Untuk menyelesaikan mobil, tim Nogogeni memerlukan waktu lima bulan. "Tahun ini agak berbeda karena kami mengirimkan dua mobil dengan kategori Urban Listrik dan Urban Ethanol. Dulunya untuk Urban Ethanol bernama Basudewo," tutur M Adietya, manajer umum Nogogeni.
Dalam memaksimalkan KMHE 2017, tim melakukan beberapa inovasi yaitu pada mobil urban listrik dibuat body berkoefisien drag lebih kecil sehingga dapat meminimalisir gesekan, menambahkan sistem transmisi pada sasis dan melakukan riset pembuatan kontroler untuk sistem kelistrikan.
Sedangkan pada kategori urban etanol menambahkan Engine Control Unit (ECU) progammable, yang bertujuan untuk meningkatkan performa mesin. "Pada tahun ini memang tim kami melakukan perubahan yang cukup banyak, karena itu merupakan evaluasi ditahun sebelumnya. Semoga efisiensinya dapat mencapai 150 kilometer per kilowatt-hour untuk mobil listrik dan 200 kilometer per liter untuk mobil ethanol," tutur Adiet
Pria kelahiran Gresik ini menambahkan, kendala yang dialami adalah pada tempat test drive. "Biasanya mobil diuji di jalan raya Galaxy Mall pada dini hari, agak beresiko karena masih ada kendaraan berlalulalang. Tapi masih belum ada alternatif tempat," keluhnya. (ifa/van)
Kampus ITS, ITS News — Dalam upaya mewujudkan visi ITS Top 300 Dunia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menegaskan
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sukses menggelar try out ujian masuk perguruan tinggi sebagai
Kampus ITS, ITS News — Sebagai upaya untuk memperkuat internasionalisasi kampus, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) resmi membuka pendaftaran
Jombang, ITS News — Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri dari Departemen Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)