Mari berkenalan terlebih dahulu dengan UKM LPM 1.0 ini. Muhammad Fatkhu Bahril Falah, ketua UKM menjelaskan bahwa LPM 1.0 merupakan lembaga pers yang bersifat independen. "Tidak ada satu pihak pun yang memiliki interferensi dengan media kami," ucapnya.
Falah menjelaskan bahwa LPM 1.0 berbeda dengan ITS Online yang berada dibawah Unit Promosi Protokoler dan Humas (UPPH), atau Vivat Pers milik Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ITS. Ia mengatakan, LPM 1.0 tidak memiliki sangkut paut dengan pihak manapun.
Dengan demikian, LPM 1.0 bebas memberi pendapat atas kebijakan di ITS. Mereka acap kali melakukan sindiran keras terhadap isu yang sedang hangat untuk dibicarakan. Baik permasalahan didalam kampus maupun isu umum diluar kampus.
Karena tidak ingin mengeluarkan kritikan dengan omong kosong belaka, LPM 1.0 memberi bekal setiap anggotanya dengan pengetahuan dan investigasi terlebih dahulu. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa mereka sajikan sebagian buku koleksinya dalam UKM Expo tahun ini.
Meski Falah mengaku bahwa lembaga ini cenderung mengkritisi dunia perpolitikan, anggota LPM juga belajar mengenai sastra. "Kami memiliki banyak buku karya penulis-penulis hebat. Sepeti Tan Malaka, Soe Hok Gie, dan lain sebagainya. Tidak hanya itu, kami juga menyediakan buku tentang sastra," terang Mahasiswa Teknik Perkapalan ini.
Falah menerangkan bahwa memahami dunia pers bukanlah hal mudah. Karenanya, bagi mahasiswa baru yang tertarik dengan dunia tulis menulis harus paham seluk beluk pers terlebih dahulu. Ia mengatakan, setiap anggota baru harus melewati beberapa tahapan seperti pemahaman pers dan pengenalan bakat. Setelahnya, anggota diperbolehkan menciptakan produk.
Diakhir wawancara bersama reporter ITS Online, Falah yang memiliki nama pena Valahiji ini menjelaskan mengenai buah karya milik LPM 1.0 "LPM 1.0 biasa memberi kritikan terhadap kebijakan politik dalam rubrik Seruput Opini pada Buletin 1.0. Selain itu, ada rubrik sastra dan rubrik tokoh pula. Contohnya saja, tulisan mengenai mantan Presiden BEM ITS Novangga Ilmawan," pungkasnya. (nov/ven)