Selain itu, pengawasan laut Indonesia juga belum maksimal karena kontrol area belum memadai memandang luasnya laut Indonesia. "Kita perlu untuk membangun semua ini secara sistem, tidak bisa parsial karena Indonesia itu besar," tegas Direktur Jendral Perikanan Tangkap ini.
Tak hanya mengembangkan kapal, ia juga mengajak para alumni yang lain mengembangkan teknologi yang dapat digunakan di perairan Indonesia. Sensor bawah laut misalnya. Dengan alat itu, ia yakin mampu mengawasi pergerakan kapal yang melintas di perairan Indonesia.
Selain Syarief, Ir Soerjono MM, Inspektur Jenderal Kementrian Perindustrian, turut hadir dalam acara itu. Ia membahas pembangunan sistem keluar masuk kapal bermuatan. Sistem tersebut diyakini mampu meningkatkan devisa negara lewat transport muatan.
Masalah lain yang ia soroti adalah ketegasan pemberantasan aksi penyelundupan barang ilegal di pelabuhan pelabuhan. Sebagai alumni FTK, Soerjono pun menghimbau para rekan alumni dan mahasiswa untuk bersama sama mendukung pembentukan Indonesia pusat maritim dunia. "Karir tidak harus berhubungan dengan kapal, namun kita tetap harus berusaha memperjuangkan cita cita besar Presiden Jokowi," tutupnya. (fai/ven)
Kampus ITS, ITS News – Bukan sekadar sebagai pemandu wisata, pelajar di Kecamatan Tosari, Probolinggo kini disiapkan menjadi duta
Kampus ITS, ITS News — Untuk lebih mengenalkan diri ke masyarakat luas, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menggelar kegiatan
Kampus ITS, ITS News — Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil meraih juara 1 dalam mengembangkan kecerdasan buatan
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menegaskan perannya sebagai agen perubahan melalui Program Pengabdian