Nasir berpidato, relevansi pendidikan ditujukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal itu dapat dilakukan melalui kerja sama intensif antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan industri. "istilah ini disebut triple helix," ujar pria berjas abu abu itu.
Menurutnya, peningkatan relevansi perguruan tinggi tidak mungkin dilakukan oleh perguruan tinggi itu sendiri. Upaya tersebut membutuhkan kerja sama antara institusi pendidikan tinggi, institusi riset, dunia kerja, industri, dan berbagai unit pemerintahan lainnya.
Di bawah terik matahari, ia mengobarkan semangat para sivitas akademika yang hadir pagi itu. Pria berkacamata itu menyerukan, ia mendukung dan mengundang hadirin untuk berkolaborasi, bekerjasama dan berpartisipasi demi terciptanya perguruan tinggi sebagai institusi yang inovatif dan kompetitif. "Perguruan tinggi, secara nyata, harus berkontribusi pada pembangunan ekonomi nasional," serunya lantang.
Ketika ditemui ITS Online, ia menyampaikan rasa bangganya terhadap relevansi PT di Surabaya. "Saya hadir disini karena ingin melihat langsung inovasi yang dihasilkan oleh para dosen dan mahasiswa. Saya bangga di Surabaya, ada kebersamaan antara PT negeri dan swasta," katanya. (mir/ven)
Kampus ITS, ITS News – Bukan sekadar sebagai pemandu wisata, pelajar di Kecamatan Tosari, Probolinggo kini disiapkan menjadi duta
Kampus ITS, ITS News — Untuk lebih mengenalkan diri ke masyarakat luas, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menggelar kegiatan
Kampus ITS, ITS News — Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil meraih juara 1 dalam mengembangkan kecerdasan buatan
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menegaskan perannya sebagai agen perubahan melalui Program Pengabdian