Perlombaan seperti ini diyakininya akan mendorong inovasi para siswa agar kelak mampu membuat teknologi untuk melawan illegal fishing. Perlombaan kapal tanpa awak tersebut berhasil menarik 32 tim dari seluruh Indonesia.
Para peserta akan membuat kapal dan melombakannya untuk melewati lintasan pada kolam seluas 27 meter persegi. Pada lintasan tersebut terdapat dua check point yang masing-masing bernilai sepuluh setiap kali berhasil dilewati.
Mengatur kestabilan dan kecepatan kapal itu pun ternyata menjadi tantangan tersendiri bagi para peserta. Sebab, kapal kapal mereka diharamkan menabrak pembatas yang ada selama berlayar. Jika sudah menabrak, mereka akan dikenai pengurangan poin. Hal ini cukup membuat para peserta ketir-ketir.
Pertandingan belum selesai disana. Untuk melaju ke babak final, panitia mengambil 16 tim dengan poin terbanyak. Di babak final, mereka kembali memacu kecepatan serta mempertahankan keseimbangan kapal.
Menurut Syahirul, para peserta lomba perlu mencermati keandalan sensor, keseimbangan serta kecepatan kapal. "Meski para pesertanya masih SMA, mereka sanggup membuat kapal yang luar biasa," ucapnya bangga.
Mahasiswa asal Gresik itu berharap agar lomba ini tidak hanya menjadi kompetisi. Lebih penting dari itu, ia ingin acara ini menjadi awal pembelajaran kemaritiman bagi mereka. "Semoga sepulangnya dari ITS, para peserta punya keteguhan hati untuk ikut menjaga laut Indonesia," tutup Syahirul. (mik/ven)
Kampus ITS, ITS News – Bukan sekadar sebagai pemandu wisata, pelajar di Kecamatan Tosari, Probolinggo kini disiapkan menjadi duta
Kampus ITS, ITS News — Untuk lebih mengenalkan diri ke masyarakat luas, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menggelar kegiatan
Kampus ITS, ITS News — Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil meraih juara 1 dalam mengembangkan kecerdasan buatan
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menegaskan perannya sebagai agen perubahan melalui Program Pengabdian