Pria nomor satu di ITS ini menyampaikan, acara IDE ART dapat menjadi penyeimbang otak kiri dan kanan. Ia menyarankan agar setiap departemen yang ada di ITS dapat menggelar acara serupa.
Sebab menurut Joni, departemen lain yang memiliki fokusan di bidang sains dan teknologi pun memiliki bakat seni yang dapat dipamerkan.
Mahasiswa, ujarnya, tidak merasakan kejenuhan dengan kehidupan kampus yang monoton dengan acara ini. Ia berharap, tidak hanya mahasiswa desain saja yang dapat mengimplementasikan kreatifitasnya melalui seni.
"Departemen lain bisa melakukan hal yang sama, namun Departemen Desain ITS yang menjadi pelopor melalui acara IDE ART ini," terang Joni.
Selain sebagai momen bagi civitas academica ITS, masyarakat Surabaya pun dapat merasakannya. Contohnya, suasana humanis saat penampilan ukulele dan tari yang ditampilkan oleh mahasiswa Desain ITS.
Menurut Joni, hal itu dapat menjadi daya tarik pengunjung agar merasakan seni. Tentunya, melalui karya yang dipamerkan dan penampilan yang disuguhkan di panggung IDE ART dinilai kreatif oleh Joni.
Menjawab harapan Joni, Ronny Handoko, ketua koordinator wahana mengaku siap menggaet departemen lain yang ada di ITS untuk selanjutnya . Menurut penuturannya, IDE ART tahun ini memang sempat mempunyai wacana mengajak beberapa elemen dari departemen lain.
Seperti contoh Departemen Teknik Elektro, Teknik Mesin dan Biologi ITS. "IDE ART tahun depan akan dipersiapkan untuk mewujudkan harapan Rektor ITS," tutup Ronny. (mir/van)
Kampus ITS, ITS News – Bukan sekadar sebagai pemandu wisata, pelajar di Kecamatan Tosari, Probolinggo kini disiapkan menjadi duta
Kampus ITS, ITS News — Untuk lebih mengenalkan diri ke masyarakat luas, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menggelar kegiatan
Kampus ITS, ITS News — Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil meraih juara 1 dalam mengembangkan kecerdasan buatan
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menegaskan perannya sebagai agen perubahan melalui Program Pengabdian