Bahan bakar yang digunakan Spektronics AS memanfaatkan tekanan oksigen. Adapun dihasilkan dari reaksi kimia antara hidrogen peroksida dan katalis ferri klorida. Serta, secara fisik desain Spektronics AS tampak lebih ringan dan sederhana. "Mobil tetap aman dengan desain seperti ini karena konstruksi utamanya menggunakan material akrilik dan stainless steel," kata Ika.
Dalam kompetisi kali ini, mobil peserta harus dengan tepat melajukan benda dengan menabrakkan mobilnya. Oleh karena itu, dibutuhkan perbaikan bagian depan mobil agar dapat memaksimalkan momentum transfer. "Kami juga perlu melakukan trial mobil di berbagai konsentrasi bahan bakar untuk melihat seberapa jauh mobil bisa melaju," ujar Ika.
Pada proses pembuatan Spektronics AS, tim Sapu Angin ITS sempat membantu. Tim yang berfokus pada kompetisi mobil hemat energi ini menyediakan kompresor untuk tes tekanan mobil. Selain itu, tim Sapu Angin juga mengajari tata cara perakitan mobil yang benar.
Mobil baru tim Spektronics ini debut pada kompetisi perdananya di Universiti Teknologi Pahang Malaysia, Sabtu (8/4). Keberangkatan tim Spektronics ke Malaysia dilakukan lebih awal, pada Rabu (5/4) untuk melakukan penyesuaian, test chemical, dan trial run. (yan/riz)
Kampus ITS, ITS News – Bukan sekadar sebagai pemandu wisata, pelajar di Kecamatan Tosari, Probolinggo kini disiapkan menjadi duta
Kampus ITS, ITS News — Untuk lebih mengenalkan diri ke masyarakat luas, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menggelar kegiatan
Kampus ITS, ITS News — Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil meraih juara 1 dalam mengembangkan kecerdasan buatan
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menegaskan perannya sebagai agen perubahan melalui Program Pengabdian