Saat ini kapal ikan masih sangat dibutuhkan untuk mendukung dan menopang ketahanan pangan Indonesia. Dalam operasionalnya, sebuah kapal ikan harus benar-benar aman karena pada cuaca buruk sekalipun kapal tersebut harus tetap beroperasi.
Misi sebuah kapal ikan adalah melakukan penangkapan ikan dari laut untuk mendapatkan kualitas dan kuantitas ikan dengan cara yang sesuai. Berdasar pada hal itu, Pramudya menggagas Katamaran bertenaga hybrid yang untuk meminimalisir penggunaan energi fosil melalui konversi energi terbarukan.
Dalam disertasi, ia meninjau aspek kebutuhan energi, fungsi dan performa kapal yang ramah lingkungan. Fokusannya adalah evaluasi aspek kebutuhan tenaga penggerak kapal beserta emisi yang ditimbulkan. "Terdapat juga perhitungan aspek stabilitas dan seakeeping kapal dengan tujuan mencapai performa kapal yang optimum," ujar Dosen Institut Teknologi Adi Tama Surabaya (ITATS) ini.
Dari penelitiannya, ia menggagas perbaikan efisiensi sebesar 14-64% pada konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diikuti penurunan emisi. "Artinya, sangat mungkin bila manusia mampu bekerja dengan biaya yang murah tanpa harus merusak alam terutama dalam perwujudan visi maritim," pungkasnya. (owi/ven)
Jombang, ITS News — Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri dari Departemen Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
Kampus ITS, ITS News — Tim dari mahasiswa Departemen Teknik Biomedik Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menghadirkan inovasi
Kampus ITS, ITS News – Bukan sekadar sebagai pemandu wisata, pelajar di Kecamatan Tosari, Probolinggo kini disiapkan menjadi duta
Kampus ITS, ITS News — Untuk lebih mengenalkan diri ke masyarakat luas, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menggelar kegiatan