Muhammad Wahyu Islami P.M ST, Manajer program CommTech 2017 membenarkan hal tersebut. Menurutnya, setelah tahun 2014, CommTech untuk pertama kalinya berhasil menembus angka peserta lebih dari 50 orang. Pihaknya pun meyakini hal tersebut tak luput dari gencarnya promosi yang dilakukan IO sejak akhir tahun 2015 lalu.
"Cukup sulit untuk meyakinkan universitas-universitas yang memiliki nama besar untuk mengikuti program ini. Maka kami terkejut dan bangga karena mendapatkan jumlah peserta yang cukup banyak," ungkap Wahyu.
Pendaftar CommTech kali ini didominasi universitas di benua Australia dengan predikat terbaik. Sebut saja Royal Melboune Institute of Technology (RMIT), University of
New South Wales (UNSW) – Australian Defence Force Academy (ADFA)
Canberra, University of Technology Sidney (UTS) Australia, University
of Melborne, Western Sidney University.
Ia mengungkapkan, dari tahun ke tahun CommTech memang selalu melakukan evaluasi dan berinovasi. Seperti tahun ini, CommTech memiliki tiga tema utama yakni sociopreneur, biomedical, dan game programming. (fai/van)
Jombang, ITS News — Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri dari Departemen Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
Kampus ITS, ITS News — Tim dari mahasiswa Departemen Teknik Biomedik Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menghadirkan inovasi
Kampus ITS, ITS News – Bukan sekadar sebagai pemandu wisata, pelajar di Kecamatan Tosari, Probolinggo kini disiapkan menjadi duta
Kampus ITS, ITS News — Untuk lebih mengenalkan diri ke masyarakat luas, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menggelar kegiatan