Untuk memulai kerjasama tersebut, ITS membangun proyek Photovoltaic (PV) Pump dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di SDIT Al Uswah pada 2015 lalu. Proyek tersebut berupa pemanfaatan pompa air limbah wudhu dengan tenaga PV Pump PLTS. Selain itu, ada pula pelatihan Roof-Organic Garden, yaitu kebun organik yang terletak di atas atap gedung sekolah.
Prof Ir Ontoseno Penangsang MSc PhD, dosen Jurusan Teknik Elektro yang hadir pada acara tersebut mengatakan, proyek yang dikerjakan ia dan tim berjalan melalui program IBM (IPTEK Bagi Masyarakat). Menurutnya, kerja sama antara ITS dan SDIT Al Uswah ini merupakan wujud dari semangat menjaga kelestarian lingkungan hidup yang harus tetap dijalankan.
Teknologi yang diaplikasikan di SDIT Al Uswah ini bersifat sederhana, terjangkau, ramah lingkungan, dan hemat energi. "Selain itu juga murah dalam perawatan sehingga lebih mudah mewujudkan cita-cita konservasi air di Surabaya," sambung pria yang juga menjadi Kepala Laboratorium Simulasi Sistem Tenaga Listrik itu.
Prof Ir Mukhtasor MEng PhD, Ketua Yayasan Ukhuwah Islamiyah yang membawahi Sekolah Islam Terpadu Al-Uswah Surabaya mengaku, kerjasama tersebut mampu menjadi jawaban dari tuntutan prinsip pembangunan berkelanjutan. "Di antaranya dengan mendorong pemanfaatan energi bersih dan konservasi sumber daya air, ini yang sedang kita lakukan sekarang," tuturnya.
Mukhtasor mengungkapkan, PTLS yang terletak di atap lantai empat SDIT Al Uswah telah berhasil memproduksi listrik sebagai sumber tenaga untuk memompa air olahan bekas wudhu. "Selanjutnya, air ini digunakan untuk sumber daya kebun hidroponik yang akan dikelola oleh siswa dengan bimbingan guru-guru," ujar Mukhtasor yang juga dosen di Jurusan Teknik Kelautan ITS ini.
Hasil hidroponik tersebut, kata Mukhtasor, nantinya akan digunakan untuk kelancaran praktik Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Selain itu, sayuran yang dihasilkan juga akan dikelola untuk menjadi produk wirausaha.
Kepada SDIT Al Uswah, Evi Muhlisah SS berharap agar kegiatan ini bisa memberi inspirasi bagi sekolah lainnya untuk menerapkan prinsip sekolah berkelanjutan. "Proyek ini semoga bisa menjadi salah satu destinasi wisata edukasi di Surabaya. Sehingga mampu memberikan contoh bagaimana memanfaatkan energi surya untuk kebutuhan sehari-hari," imbuh Evi.
Evi mengaku, menurutnya kontribusi ITS sangat besar bagi pengembangan pendidikan di SDIT Al Uswah. Teknologi yang diciptakan itu dapat media pembelajaran yang kreatif dalam mewujudkan karakter budaya lingkungan bagi anak-anak SD.
"Prakarsa ITS ini dapat menjadi media pembelajaran menarik bagi siswa, guru, dan masyarakat untuk mencintai lingkungan. Alhamdulillah semua itu sejalan dengan misi keenam sekolah kami, yaitu menjadi sekolah Islam yang peduli lingkungan," pungkasnya. (mei/mis)
Kampus ITS, ITS News – Bukan sekadar sebagai pemandu wisata, pelajar di Kecamatan Tosari, Probolinggo kini disiapkan menjadi duta
Kampus ITS, ITS News — Untuk lebih mengenalkan diri ke masyarakat luas, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menggelar kegiatan
Kampus ITS, ITS News — Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil meraih juara 1 dalam mengembangkan kecerdasan buatan
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menegaskan perannya sebagai agen perubahan melalui Program Pengabdian