Pembuatan teleskop ini dipandu langsung oleh Agus Siswanto, salah satu pembuat handmade telescope terkenal di Surabaya. Anggota Surabaya Astronomy Club ini menekankan, mahasiswa tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam untuk membuat teleskop. "Cukup dengan bahan-bahan sederhana seperti pipa paralon, bekas lensa mesin fotokopi dan lensa binokuler," jelas Agus.
Tahap awal pembuatan teleskop ini adalah memotong pipa paralon sepanjang 36 cm sebagai badan teleskop. Salah satu ujung pipa dipasang diafragma yang juga terbuat dari pipa paralon berdiameter 3 cm. Lalu, di tiap 8 cm pertama dan kedua badan teleskop, masing-masing dipasang diafragma berdiameter 4 cm dan 5 cm. Langkah terakhir yaitu memasang lensa okuler dan lensa objektif.
Agus berharap, pelatihan ini dapat menumbuhkan jiwa-jiwa kritis dan kreatif. "Dunia ilmu astronomi membutuhkan penerus baru yang mampu menjawab tantangan zaman. Semoga kedepannya IAC terus berkomitmen mencapai tujuan tersebut," pungkasnya. (io1/pus)
Kampus ITS, ITS News – Bukan sekadar sebagai pemandu wisata, pelajar di Kecamatan Tosari, Probolinggo kini disiapkan menjadi duta
Kampus ITS, ITS News — Untuk lebih mengenalkan diri ke masyarakat luas, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menggelar kegiatan
Kampus ITS, ITS News — Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil meraih juara 1 dalam mengembangkan kecerdasan buatan
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menegaskan perannya sebagai agen perubahan melalui Program Pengabdian