Ir Ahmad Djuhara, Ketua Umum Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) ini mengangkat materi berjudul Indonesia Architects Paradicma on Placemaking. Baginya, seorang arsitek tidak hanya membuat suatu bangunan terlihat bagus melainkan dituntut untuk menciptakan karya yang baik dan benar.
Menurut pria berkacamata ini, baik, benar dan bagus seringkali diartikan sama, maka dari itu, ia menjelaskan bahwa demokratisasi perlu diajarkan dalam sebuah karya arsitektur. "Kamu tidak boleh dipaksa bahwa yang baik sudah tentu benar dan bagus, ketiganya hal yang berbeda," tutur Djuhara.
Pria yang telah menjabat sebagai ketua umum sejak 2015 di IAI ini menyampaikan, seorang arsitek harus bisa memahami masalah yang terjadi secara demokratis. Menurut Djuhara, terkadang sesuatu yang benar berasal dari peraturan namun hal tersebut belum tentu bisa dikatakan baik.
Arsitek dari Segi Kepemimpinan
Djuhara mengungkapkan seorang pemimpin kota yang baik tentu akan mempersilahkan banyak orang membangun desain yang bagus. Hal ini, ujarnya, selaras dengan sebuah pembangunan kota.
Menurut Djuhara, tidak semua peran arsitek dalam pembangunan kota begitu besar. Akan tetapi, imbuhnya, seorang arsitek memiliki ide bagaimana bentuk akhirnya, akan seperti apa, bagaimana cara merealisasikan dan bukan hanya sekedar wacana, karena seorang arsitek dapat memvisualisasikan serta mengetahui elemen-elemen pembangunan. (io4/van)
Kampus ITS, ITS News – Bukan sekadar sebagai pemandu wisata, pelajar di Kecamatan Tosari, Probolinggo kini disiapkan menjadi duta
Kampus ITS, ITS News — Untuk lebih mengenalkan diri ke masyarakat luas, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menggelar kegiatan
Kampus ITS, ITS News — Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil meraih juara 1 dalam mengembangkan kecerdasan buatan
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menegaskan perannya sebagai agen perubahan melalui Program Pengabdian