Menyasar masyarakat Surabaya, aksi ini digelar di lokasi car free day di Taman Bungkul. Diawali dengan long march dari kedua sisi taman, gelaran yang diikuti oleh lebih dari seratus mahasiswa ini mensosialisasikan pentingnya hidup sehat dengan tidak melakukan BABs.
Moch Azhar Heryana Santana, ketua pelaksana mengungkapkan banyak masyarakat yang belum tahu pentingnya ODF. Terutama fakta bahwa BABs berbahaya bagi lingkungan. "Hal ini karena BABs dapat mencemari lingkungan dengan radius lima hingga tujuh kilometer," ujar mahasiswa yang akrab disapa Asa ini.
Tak hanya itu, tambahnya, penyakit yang ditimbulkan bahkan dapat mencapai radius sepuluh kilometer jauhnya. Hal ini tak lain disebabkan adanya persebaran bakteri dan kuman melalui hewan, terutama lalat.
Asa juga menjelaskan sejauh ini, sebagian masyarakat hanya tahu akan bahaya yang disebabkan oleh BABs. Sayangnya, sangat sedikit dari mereka yang mau turun tangan untuk menyadarkan masyarakat lain. "Dengan aksi ini kami ingin masyarakat nantinya sadar dan juga peduli terhadap lingkungan sekitarnya," terangnya.
Tak hanya melakukan aksi, kegiatan yang dilaksanakan bersamaan dengan sosialisasi sanitasi oleh Pemerintah Kota Surabaya ini juga menggandeng masyarakat. Utamanya generasi muda untuk berpartisipasi dalam memerdekakan Surabaya dari BABs.
Hal ini diwujudkan dengan pengumpulan tanda tangan sebagai simbolis dukungan masyarakat terhadap aksi ini. "Kami juga mengajak masyarakat berfoto bersama dengan properti yang menunjukkan mereka mendukung aksi ini," papar mahasiswa angkatan 2016 ini.
Meski baru pertama digelar, Asa yakin aksi ini mampu memotivasi masyarakat Surabaya untuk bangkit menuju ODF. Hal ini juga menjadi bukti nyata dukungan mahasiswa sebagai pihak akademisi dalam membantu pemerintah menyukseskan program Universal Access yakni seratus persen masyarakat sudah memiliki sanitasi pada tahun 2019.
Ia berharap orasi dan berbagai aspirasi yang telah disampaikan nantinya benar-benar dapat bermanfaat bagi masyarakat. "Supaya Surabaya dapat segera bebas dari BABs," pungkas mahasiswa asal Magetan ini. (arn/gol)
Kampus ITS, ITS News – Bukan sekadar sebagai pemandu wisata, pelajar di Kecamatan Tosari, Probolinggo kini disiapkan menjadi duta
Kampus ITS, ITS News — Untuk lebih mengenalkan diri ke masyarakat luas, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menggelar kegiatan
Kampus ITS, ITS News — Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil meraih juara 1 dalam mengembangkan kecerdasan buatan
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menegaskan perannya sebagai agen perubahan melalui Program Pengabdian