Tak seperti biasanya, di hari libur Gedung Rektorat lantai satu tampak kebanjiran tamu dari berbagai negara. Tamu negara itu di antaranya adalah berasal dari Korea, Indonesia, Italia, Thailand, Singapore, dan Filipina. Mereka tengah mengikuti serangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh jurusan Biologi ITS, yaitu IBOC.
Kegiatan ini diawali dengan seminar dari beberapa keynote speakers.Pembicara tersebut yaitu, Prof Dr Gianfranco Risuleo dari Sapienza University of Rome, lalu Prof Seung Wook Kim dari Korea University, dan Dr rer nat Ir Maya Shovitri MSi dari jurusan Biologi ITS.
"Memang seharusnya ada bu Risma (walikota Surabaya, red) yang menjadi keynote speaker namun beliau berhalangan hadir karena masih di Ekuador," ujar Dr rer nat Edwin Setiawan SSi MSc, ketua IBOC 2016. Dengan begitu, seminar internasional mengenai masalah biologi dan lingkungan hanya diadakan tiga sesi.
Edwin mengatakan, yang membedakan IBOC tahun ini dengan yang sebelumnya adalah terdapatnya Korea Biomass Symposium dalam rangkaian konferensi ini. "Selain itu, penemuan yang dibagikan pada pertemuan ini tentu berbeda dengan tahun sebelumnya karena ilmu Biologi selalu mengalami perkembangan," terang pria jebolan Utrecht University, Belanda ini.
Setelah mengikuti seminar internasional, seluruh peserta IBOC berpisah berdasarkan topik paper yang mereka kumpulkan. IBOC tahun ini memiliki tiga topik, yaitu Animal Science, Environmental Science and Technology, dan Biomass and Bioenergy. Para peserta pun diberi kesempatan untuk mempresentasikan penemuannya dalam sesi yang pararel tersebut.
Kampus ITS, ITS News – Bukan sekadar sebagai pemandu wisata, pelajar di Kecamatan Tosari, Probolinggo kini disiapkan menjadi duta
Kampus ITS, ITS News — Untuk lebih mengenalkan diri ke masyarakat luas, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menggelar kegiatan
Kampus ITS, ITS News — Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil meraih juara 1 dalam mengembangkan kecerdasan buatan
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menegaskan perannya sebagai agen perubahan melalui Program Pengabdian