"Bagian terpenting dan yang perlu diperhatikan dalam sebuah face cartooning yaitu menonjolkan ciri khas atau karakter fisik seseorang yang akan di gambar," ungkap Lukman Abdul Hakim atau yang biasa dipanggil Luqem tersebut.
"Pertama pilih foto paling kece. Perhatikan, bagian apa sih yang jadi ciri khas dari orang yang kita gambar. Lalu tonjolkan ciri khas tersebut," terang Luqem.
Dirinya juga menjelaskan secara detail tahapan awal menggambar kartun. Mulai dari membuat kerangka wajah, menentukan posisi mata, mulut, hidung, dan telinga, hingga membuat outline dari sketsa yang telah dibuat menggunakan spidol hitam.
"Kemudian berikan head light pada bagian rambut dan mata agar timbul kesan elegan. Gambarlah badannya dengan ukuran yang lebih kecil," ujarnya. Terakhir, gambar bisa diwarnai sesuka hati menggunakan media apapun.
Luqem menuturkan, kecintaannya pada face cartooning bermula sejak setahun lalu ketika dirinya mengunjungi suatu pameran yang diadakan ITS, ITS EXPO 2015. Dalam pameran tersebut terdapat salah satu stan yang khusus menampilkan tentang face cartooning. "Tepatnya ITS Expo tahun lalu ketika aku mengunjungi stannya mas Adam, Despro 2014. Dan aku terinspirasi," tutur mahasiswa asal Sragen tersebut.
"Belajarnya sih autodidak, tapi sedikit-sedikit minta pendapat orang lain," ungkap staf ITS Expo 2016 tersebut. Luqem sendiri membutuhkan waktu sekitar lima sampai enam bulan untuk benar-benar menguasai face cartooning dan berani membuat brand sendiri bernama Mukakita. (mbi/oti)
Kampus ITS, ITS News — Sebagai upaya untuk memperkuat internasionalisasi kampus, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) resmi membuka pendaftaran
Jombang, ITS News — Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri dari Departemen Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
Kampus ITS, ITS News — Tim dari mahasiswa Departemen Teknik Biomedik Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menghadirkan inovasi
Kampus ITS, ITS News – Bukan sekadar sebagai pemandu wisata, pelajar di Kecamatan Tosari, Probolinggo kini disiapkan menjadi duta