MTQ merupakan kompetisi seni membaca dan memahami isi dan kandungan Al-Quran. MTQ tingkat regional ini menjadi ajang persiapan bagi perguruan tinggi di Jawa Timur menuju MTQ Mahasiswa Nasional yang digelar DIKTI setiap dua tahun sekali.
Dalam MTQ MR tahun ini, Kafilah ITS menerjunkan wakilnya pada 11 cabang yang dikompetisikan. Cabang tersebut antara lain seni keindahan membaca Al-Quran (tilawah dan tartil, red), hafalan Al-Quran 5 juz dan 10 juz, cerdas cermat kandungan Al-Quran, serta seni kaligrafi Arab.
Selain itu ada pula cabang karya tulis ilmiah kandungan Al-Quran, pemahaman isi kandungan Al-Quran, debat ilmiah kandungan Al-Quran dalam Bahasa Arab dan Bahasa Inggris, serta cabang yang berbasis teknologi, yaitu desain aplikasi komputer Al-Quran.
"Berbeda dengan kompetisi MTQ sebelumnya, kali ini tidak ada cabang hafalan 1 juz dan Qira’at Sab’ah," ungkap Misbahul Munir, Ketua ITS Society for Quranic Studies (IQS). Ia juga mengatakan, ada perbedaan komposisi kafilah pada setiap cabang yang dilombakan. Cabang seni membaca, hafalan, dan kaligrafi dilaksanakan secara perorangan, sedangkan sisanya dihelat secara beregu.
Misabah berujar, persiapan ITS dalam menghadapi kompetisi ini telah dilakukan sejak Mei lalu. Proses seleksi dilakukan sepenuhnya di bawah komunitas IQS dibantu dengan tim pembina dari UPM Sosial Humaniora. ”Proses seleksi tersebut berakhir pada Juni dengan meloloskan sebanyak 25 mahasiswa," jelas mahasiswa Jurusan Biologi ini.
Sehari sebelum keberangkatan tim ke Madura, Rektor ITS, Prof Ir Joni Hermana, MScEs PhD turut melepas kafilah. "Lomba ini hanya sebagai sarana saja, lebih penting dari itu adalah mahasiswa harus mampu mengekspresikan apa yang disampaikan oleh Allah SWT melalui firmannya dalam Al-Qur’an," tutur Joni saat pelepasan kafilah di Gedung Rektorat, Senin (18/7).
Guru Besar Jurusan Teknik Lingkungan ini juga berpesan kepada para kafilah untuk tidak menjadikan kemenangan sebagai tujuan utama, melainkan ridho dari Allah SWT. "Berikan saja penampilan yang maksimal. Sebab kalau Allah sudah ridho, pasti tidak akan sulit untuk mencapai kemenangan," ujarnya penuh makna.
Senada dengan Joni, pembina Kafilah MTQ ITS, Drs Saifuloh Yusuf, MFil I berpesan kepada para tim agar fokus pada potensi diri sendiri. "Kita boleh saja melihat kemampuan lawan, namun jangan sampai kerterlaluan. Tunjukkan penampilan terbaik kalian tanpa harus memikirkan tentang kualitas penampilan lawan," pesannya. (qi/mis)
Kampus ITS, ITS News — Sebagai upaya untuk memperkuat internasionalisasi kampus, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) resmi membuka pendaftaran
Jombang, ITS News — Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri dari Departemen Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
Kampus ITS, ITS News — Tim dari mahasiswa Departemen Teknik Biomedik Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menghadirkan inovasi
Kampus ITS, ITS News – Bukan sekadar sebagai pemandu wisata, pelajar di Kecamatan Tosari, Probolinggo kini disiapkan menjadi duta