Melawan lima kompetitornya, Ichiro berada di atas angin. Dengan sekali kalah melawan Eros dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Ichiro dapat mengalahkan empat lawan lainnya. Pertandingan final yang mempertemukan Eros dan Ichiro untuk kedua kalinya dimenangkan oleh Ichiro.
Ditemui ITS Online selepas acara penyematan pemenang, Muhammad Ardi Pradana, anggota tim mengungkapkan tanggapannya terhadap pencapaian Ichiro. ”Kesenangan kami ini hanya sementara, karena kami harus mempersiapkan Ichiro untuk bertanding di level nasional,” ujar mahasiswa yang akrab disapa Ardi ini.
Ardi mengaku, mendapat juara pertama bukan tanpa kendala. Ichiro harus jatuh bangun untuk dapat mencetak gol ke gawang para pesaingnya. Selain itu, daya baterai yang terbatas membuat tim robot ITS harus memikirkan strategi yang tepat untuk menghadapi setiap lawannya. Tak jarang, mereka melakukan pergantian pemain (robot, red) guna menyimpan tenaga dan membenahi pemograman. Atas dasar itu lah Ichiro meraih penghargaan strategi terbaik.
Ardi dan tim akan melakukan evaluasi terhadap performa Ichiro seusai pertandingan ini. Pasalnya, untuk dapat bertanding di level nasional diperlukan persiapan yang matang dan mengurangi resiko eror lainnya. ”Kami juga akan melakukan analisis kelemahan dan kelebihan dari lawan Ichiro nanti,” ujarnya mantap. (bal/mis)
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui dukungan
Surabaya, ITS News — Tingginya risiko kebencanaan serta ancaman degradasi lingkungan di kawasan pesisir menjadi perhatian serius sivitas akademika
Kampus ITS, ITS News — Dalam upaya mewujudkan visi ITS Top 300 Dunia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menegaskan
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sukses menggelar try out ujian masuk perguruan tinggi sebagai