"Kita melihat fakta di lapangan jika bakau di dunia sudah banyak yang mati, sehingga lebih baik kita mulai dari sekarang sebelum menunggu pohon yang sudah tua mati terlebih dahulu," ujar Ory Kurnia, Ketua Departemen Sosial Masyarakat Himabits.
Ory menjelaskan tidak hanya penanaman namun pemantauan terhadap bakau yang telah ditanam dua tahun lalu oleh Himabits turut dilaksanakan. Ia mengungkapkan, sebanyak 100 bibit yang bakau didapatkan dari petani Trunojoyo.
"Sebenarnya kami bisa mendapatkan bibit tersebut gratis tapi kami membelinya sehingga bisa membantu perekonomian mereka. Selain itu kualitas bibit mereka juga unggul karena ditanam menggunakan polybag," jelasnya
Ory melanjutkan, kegiatan ini menyelipkan materi mengenai fungsi dan penanaman bakau dengan baik. Selain menanam, ujarnya, sivitas akademika diajak untuk memantau perkembangan bakau satu bulan sekali. "Kita melakukan ini untuk melihat apakah ada bakau yang mati atau hilang," tegas mahasiswa angkatan 2013 ini.
Wanita kelahiran Tulungagung ini berharap agar bakau dapat tumbuh subur dan menggantikan tanaman yang sudah tua. "Jika tumbuh dengan baik ekosistem yang ada disekitarnya pun tidak terganggu dan lingkungan sekitar tetap asri," tutupnya. (ifa/van)
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui dukungan
Surabaya, ITS News — Tingginya risiko kebencanaan serta ancaman degradasi lingkungan di kawasan pesisir menjadi perhatian serius sivitas akademika
Kampus ITS, ITS News — Dalam upaya mewujudkan visi ITS Top 300 Dunia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menegaskan
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sukses menggelar try out ujian masuk perguruan tinggi sebagai