Acara yang digelar oleh Kementerian Perekonomian BEM ITS ini dihadiri oleh puluhan mahasiswa ITS ini. Dalam kegiatan tersebut, Maria, Kepala International Office ITS mengajak seluruh mahasiswa ITS untuk meningkatkan kompetensinya dalam segala bidang.
"Engineer tidak bisa menuju top management, karena kurangnya pengetahuan terhadap masalah kontemporer seperti ini," tukas Maria kepada peserta. Lebih dari itu, ia juga menghimbau kepada mereka untuk senantiasa meningkatkan produktivitas mahasiswa baik dalam segi hard skill maupun soft skill.
Menurut Maria, faktor pemerintah mengeluarkan Paket Kebijakan Ekonomi Jilid X karena minimnya modal dalam negeri. Sehingga pemerintah memberikan kepemilikan 100 persen terbuka untuk asing. "Walaupun uang asing, jika perputaran uangnya dalam negeri kita, maka itu akan di hitung sebagai pertumbuhan ekonomi indonesia," tuturnya.
Selain itu, wanita yang mengenakan kacamata ini juga menuturkan jika perekonomian tumbuh sebesar satu persen maka akan terbuka 300.000 lapangan pekerjaan baru. Beberapa sektor yang terbuka sepenuhnya untuk modal asing adalah Bidang komunikasi, Sektor kesehatan, sektor pariwisata, sektor perindustrian dan sektor pekerjaan umum.
Di sis lain, pembukaan kepemilikan 100 persen oleh asing diharapkan sebagai cambuk untuk UKM dan BUMN agar dapat berkembang. "UKM itu terlalu dimanjakan oleh pemerintah," ujarnya. Pasalnya, selama ini UKM – UKM hanya mengadalkan sumbangan alat dan pelatihan dari pemerintah saja. Namun setelah difasilitasi, mereka tak kunjung berkembang.
Bahkan menurutnya, pemerintah over protective terhadap BUMN. Ketika ia mengunjungi salah satu BUMN, ia mengaku cukup kaget dengan kondisinya saat itu. "Jika diibaratkan mati segan hidup tak mau," tuturnya. Ia mengungkapkan keluhan dari para pimpinan hingga supervisornya adalah karena pendapat perusahaan mereka yang selalu minus.
"Setiap tahunnya pemerintah menggelontorkan dana hingga triliunan rupiah, tapi mereka tidak bisa menghasilkan," ujarnya. Agar dapat berkembang, faktor SDM tentu sangat berpengaruh. Sedangkan kualitas SDM Indonesia belum bisa dikatakan mampu bersaing dengan orang luar negeri.
"Disurabaya saja terdapat 120 perusahaan yang memperkejakan tenaga kerja asing," tuturnya. Kemampuan SDM Indonesia yang kurang mempuni, membuat beberapa perusahaan mempercayakan kepada tenaga kerja asing.
Ia berharap setelah Paket Kebijakan Ekonomi X diresmikan, UKM dan BUMN dapat meningkatkan kinerjanya sehingga dapat bersaing dengan perusahaan Internasional dan tentu saja menguntungkan bagi negara. (bal/ao)
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui dukungan
Surabaya, ITS News — Tingginya risiko kebencanaan serta ancaman degradasi lingkungan di kawasan pesisir menjadi perhatian serius sivitas akademika
Kampus ITS, ITS News — Dalam upaya mewujudkan visi ITS Top 300 Dunia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menegaskan
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sukses menggelar try out ujian masuk perguruan tinggi sebagai