Dalam diskusi bertajuk Thousand Ways to Zero Waste yang diadakan Jurusan Teknik Lingkungan (JTL) ITS ini, dikupas tuntas permasalahan sampah di Indonesia terutama Surabaya. Diskusi yang dihadiri puluhan mahasiswa JTL se-Surabaya ini merupakan salah satu aksi roadshow menuju Hari Peduli Sampah Nasional yang jatuh pada Sabtu (21/2) mendatang.
"Mulai 21 Februari akan dilakukan uji coba kantong plastik berbayar di 22 kota di seluruh Indonesia, termasuk Surabaya," ujar Hermawan Some, Ketua Komunitas Nol Sampah yang turut menjadi panelis dalam diskusi kali ini.
Gerakan kantong plastik berbayar ini sebenarnya dimotori oleh sekelompok anak muda yang tergabung dalam komunitas pencinta lingkungan. Gayung bersambut, gerakan ini kemudian dilirik oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) hingga akhirnya pada tahun ini akan direalisasikan.
Wawan, sapaan akrabnya, menjelaskan selama ini cara kantong plastik berbayar sudah terbukti ampuh di beberapa negara maju seperti Inggris dan Irlandia. Total penurunan sampah plastik di Irlandia bahkan mencapai lebih dari 90 persen.
Di Indonesia sendiri, diakui Wawan kebijakan ini memang belum matang. Bahkan, harga kantong plastiknya pun belum ditentukan. "Sementara ini diperkirakan berada di kisaran Rp 200," tambahnya.
Sayangnya, harga yang dipatok oleh Pemerintah banyak menuai kekecewaan terutama dari para penggerak lingkungan. Pasalnya angka Rp 200 dinilai terlalu kecil dan belum memberikan efek jera bagi para pengguna kantong plastik.
Surabaya Serius Berbenah
"Hingga saat ini baru Kota Bandung saja yang memiliki Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur pengurangan kantong plastik," bebernya yang juga salah satu pendiri Komunitas Nol Sampah ini. Namun, hal itu tak lantas membuatnya pesimis terhadap Pemerintah Surabaya. Pemerintah Surabaya bahkan berani memberlakukan kebijakan tersebut tidak hanya di pasar modern namun juga pedagang kaki lima (PKL) dan pasar tradisional.
Sejak 2009 lalu, Surabaya sudah mendeklarasikan diri sebagai kota peduli sampah. Pemerintah juga tampak serius melakoninya dengan mengadakan berbagai program seperti Surabaya Green and Clean dan Surabaya Merdeka dari Sampah. "Seharusnya ini bukan lagi hal yang sulit bagi masyarakat Surabaya," pungkasnya. (arn/man)
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui dukungan
Surabaya, ITS News — Tingginya risiko kebencanaan serta ancaman degradasi lingkungan di kawasan pesisir menjadi perhatian serius sivitas akademika
Kampus ITS, ITS News — Dalam upaya mewujudkan visi ITS Top 300 Dunia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menegaskan
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sukses menggelar try out ujian masuk perguruan tinggi sebagai