Prototipe yang telah dirancang Arif ini mengolah energi getaran yang selama ini hanya menjadi sampah pada sistem suspensi untuk menggerakkan sistem suspensi aktif-regeneratif. Kemudian, untuk pengontrolnya pria ini menggunakan multi-objective H~.
Lewat penelitiannya ini, ia mampu menghemat daya sebesar 75 persen. "Ini jauh lebih hemat dibandingkan kontroler Proporsional-Integral (PI) yang saat ini sering digunakan," ujarnya.
Dikatakannya, rancang bangun ini merupakan awalan yang membutuhkan banyak pengembangan nantinya. "Saya juga memiliki rencana untuk memasukkan penelitian ini ke jurnal internasional," ujar lulusan Teknik Elektro ITS ini.
Namun demikian, penerapan rancang bangun ini diakui Arif akan sangat susah diterapkan di Indonesia. "Masalahnya orang Indonesia kebanyakan tidak peduli soal kenyamanan, yang penting bisa jalan dan murah," ucapnya sambil tertawa.
Para profesor yang turut menyaksikan sidang ini menyarankan untuk membawa penilitiannya ke industri otomotif karena penilitian semacam ini sangat dibutuhkan. "Intinya saya sangat ingin berkontribusi pada penelitian terkait penghematan daya pada suspensi aktif," pungkasnya. (yan/pus)
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui dukungan
Surabaya, ITS News — Tingginya risiko kebencanaan serta ancaman degradasi lingkungan di kawasan pesisir menjadi perhatian serius sivitas akademika
Kampus ITS, ITS News — Dalam upaya mewujudkan visi ITS Top 300 Dunia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menegaskan
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sukses menggelar try out ujian masuk perguruan tinggi sebagai