Dr Ir Amien Widodo MS, Ketua Pusat Studi Kebumian, Bencana, dan Perubahan Iklim ITS, menuturkan jika penelitian kali ini melibatkan lebih dari 40 peneliti asal ITS yang terbagi dalam empat tim. "Kami akan terjun langsung ke lapangan untuk mengkaji secara teknis dan persepsi sosial masyarakat di sekitar lokasi pengeboran," terang Amien.
Amien melanjutkan sebagian besar peneliti akan berfokus pada pengukuran persepsi sosial dan ekonomi masyarakat sekitar yang terkena dampak dari pengeboran tersebut. "Tiga tim lainnya adalah tim geomatika untuk mengukur kondisi penurunan tanah, tim geofisika untuk melihat retakan di bawah tanah, dan tim analisis risiko," jelas Amien.
Nantinya, hasil penelitian yang berupa mitigasi akan memunculkan analisis risiko sehingga bisa diketahui tingkat ancaman di daerah tersebut. "Jika risikonya tinggi, kita cari cara untuk menurunkannya. Kalau memang sudah tidak bisa diatasi, pengeboran tidak bisa dilakukan di sana," tegasnya.
Diakui dosen Jurusan Teknik Geofisika ITS ini, timnya sudah siap untuk segera mendatangi lokasi titik pengeboran. "Saat ini kami sedang proses menyiapkan alat dan tinggal menunggu perintah dari Gubernur Jawa Timur," ujarnya.
Kepada ITS Online, Amien mengungkapkan bahwa penelitian ini sangat penting bagi keberlangsungan pengeboran sumur baru Lapindo ke depan. "Gubernur butuh data pendukung untuk bisa melanjutkan aktivitas tersebut," tutur pakar Geologi Pusat Studi Bencana ITS ini. (fah/man)
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui dukungan
Surabaya, ITS News — Tingginya risiko kebencanaan serta ancaman degradasi lingkungan di kawasan pesisir menjadi perhatian serius sivitas akademika
Kampus ITS, ITS News — Dalam upaya mewujudkan visi ITS Top 300 Dunia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menegaskan
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sukses menggelar try out ujian masuk perguruan tinggi sebagai