Pusat Studi Energi ITS ini berhasil merebut penghargaan ini dengan mengusung tema sistem dan kontrol otomotif bidang mobil listrik. "Sebelumnya kami pernah gagal menjadi PUI binaan pada 2014 lalu karena dianggap teknologi yang diciptakan kurang spesifik," ungkap Dr Eng Ir Prabowo M Eng, Kepala Pusat Studi Energi ITS.
Kelima indikator tersebut dikatakannya memiliki nilai masing-masing 200 poin. "ITS berhasil memperoleh nilai 850 sehingga bisa menjadi PUI binaan hingga tiga tahun mendatang," jelas Dosen Jurusan Teknik Mesin ITS tersebut.
Selain itu, ITS juga ingin menghasilkan produk sepeda motor listik dan mengembangkan infrastruktur seperti charging station. "Bahkan pihak kami juga menargetkan untuk menciptakan 10.000 mobil listrik pada tahun 2018 mendatang," tandasnya.
ITS Targetkan Penghargaan PUI
Di sela wawancara, Prabowo juga mengaskan ITS akan mengajukan proposal untuk mengubah status dari PUI Binaan menjadi PUI. Caranya adalah dengan memperbanyak prototype secara berkala dan mengembangkan sistem dan kontrol otomotif dalam kurun waktu setahun.
"Kalau bisa maju menjadi PUI dalam setahun mengapa harus menunggu tiga tahun?" tukas alumni ITS angkatan 1989 tersebut.
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui dukungan
Surabaya, ITS News — Tingginya risiko kebencanaan serta ancaman degradasi lingkungan di kawasan pesisir menjadi perhatian serius sivitas akademika
Kampus ITS, ITS News — Dalam upaya mewujudkan visi ITS Top 300 Dunia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menegaskan
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sukses menggelar try out ujian masuk perguruan tinggi sebagai