ITS News

Minggu, 23 Juni 2024
21 Desember 2015, 17:12

Sudah Tahu Cara Menghitung Jumlah Karbon?

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Langkah perhitungan karbon, dikatakan Aknan penting dilakukan sebelum mengambil tindakan berkaitan dengan penyelamatan lingkungan. "Langkah yang disepakati seluruh dunia adalah pengukuran, verifikasi, lalu tindakan, seperti itu," urainya. Tahapan tersebut sesuai skema Reduksi Emisi akibat Deforestasi dan Degradasi Hutan plus (REDD+).

Dimana perhitungan data cadangan karbon dan perubahannya didasarkan kepada IPCC-GL 2006 yang memperhitungkan lima sumber karbon (carbon pools). Adapun kelima sumber karbon tersebut yakni tanah, serasah, pohon yang mati, biomassa di bawah dan atas tanah.

Untuk remisi, ungkap Aknan, SIKLUS mengukur hanya sampai pada energi, transportasi, dan sampah. "Sebenarnya masih banyak aspek yang belum terlibat seperti limbah laboratorium ataupun pembakaran-pembakaran lain," terangnya.

PLH SIKLUS ITS, menurutnya, termasuk PLH yang detail dalam hal perhitungan karbon. Sedangkan mapala lain dirasa masih perlu lecutan untuk bergerak. "Beruntungnya, saya dengar mereka mulai tergerak dan tertarik untuk menghitung karbon," beber mahasiswa Jurusan Teknik Lingkungan ITS ini.

Belajar Dari Nol

Ketua Pelaksana Rizki Fajar Wati mengatakan, karena kita belajar (mengukur karbon, red) dari nol, maka untuk perhitungan karbonnya terkesan agak sulit di awal. Itupun sebenarnya, imbuhnya, kami telah mengikuti sekolah karbon yang dibimbing para ahli kehutanan.

"Metode manual dengan menghitung satu per satu pohon pun menjadi sulit karena di ITS sendiri memiliki banyak sekali pohon," ungkap mahasiswa Jurusan Biologi ITS ini.

Tak hanya itu, konversi nilai karbon juga dianggap sulit antara satu pohon ke pohon lain. Berbeda dengan dinas kehutanan yang sudah menggunakan teknologi satelit dalam perhitungan skala besar. "Walaupun begitu, akurasinya tentu lebih valid dengan cara manual," ujarnya kepada ITS Online. (owi/man)

Berita Terkait