SKTS merupakan bukti identitas domisili sementara oleh penduduk luar kota atau kabupaten yang telah memiliki KTP. Dimunculkannya kewajiban SKTS ini disebabkan maraknya mahasiswa yang menjadi korban pencurian motor. "Dengan SKTS mahasiswa lebih mudah mendapatkan pertolongan," ujar Marjuan, Ketua RW 02 Kelurahan Keputih.
Pertolongan tersebut, dikatakannya tidak hanya untuk kasus pencurian, tapi juga bisa digunakan saat ada musibah bencana alam, kecelakaan, dan lain sebagainya. Menurutnya, identitas warga yang lengkap dapat menurunkan potensi pencurian. "Tindakan curanmor belum teratasi karena RW kesulitan mengontrol mahasiswa yang tidak memiliki identitas sehingga kami tidak bisa membantu," tambahnya.
Bukti lain dikatakan oleh perwakilan RW 03 Gebang Putih, Umar. Ia mengaku kerap melihat mahasiswa saat dirazia Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) karena tidak memiliki identitas dalam bentuk SKTS. "Sudah banyak KTP disita satpol PP ketika pendataan, tetapi mahasiswa tetap acuh walaupun dibegitukan," ungkapnya.
Oleh karena itu, Rektor ITS akhirnya mengambil kebijakan dalam mendukung pembuatan SKTS secara kolektif agar memudahkan mahasiswa. Selain itu, pemasangan CCTV di ITS pun sedang dilakukan. Meski demikian, beberapa warga juga ingin CCTV dipasang di jalanan sekitar ITS. (riz/pus)
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui dukungan
Surabaya, ITS News — Tingginya risiko kebencanaan serta ancaman degradasi lingkungan di kawasan pesisir menjadi perhatian serius sivitas akademika
Kampus ITS, ITS News — Dalam upaya mewujudkan visi ITS Top 300 Dunia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menegaskan
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sukses menggelar try out ujian masuk perguruan tinggi sebagai