Gelaran KWU Fair ini sejatinya bertujuan untuk meningkatkan jiwa kewirausahaan mahasiswa FTI. Selain itu, acara ini juga digunakan sebagai media silaturahmi sivitas akademika FTI ITS. Dihadiri CO-Founder at Klasik Footwear dan Owner of Eatme, Alifta Kartiko, serta President at YOT Surabaya, Arief Rizaldi Prasetya, acara ini berhasil menarik perhatian penonton.
Suguhan deretan stan makanan, minuman, fashion, hingga aksesoris semakin memanjakan mata. Alfian Harida Maulana, ketua pelaksana KWU Fair, menjelaskan sedikitnya ada 30 stan yang berpartisipasi pada acara kali ini. "20 stan dari KWU Himpunan Mahasiswa Jurusan di FTI. Sedangkan sisanya dari umum," tuturnya. Sayangnya, Himpunan Mahasiswa dari Jurusan Teknik Elektro dan D3 Teknik Mesin tidak dapat berpartisipasi karena ada agenda jurusan.
Alfian menambahkan, meski dapat dikatakan sukses, namun acara ini sebenarnya banyak mengalami kendala. Salah satunya terkait jumlah panitia yang hanya sepuluh orang. Sehingga mereka harus bekerja keras dan saling membantu satu sama lain agar acara dapat berjalan lancar. "Selain itu, persiapan kami juga hanya dua bulan. Sedangkan persiapan teknisnya sendiri kurang dari satu bulan," ungkap mahasiswa Jurusan Teknik Fisika ini.
Alfian berharap, gelaran KWU Fair berikutnya dapat lebih meriah lagi disertai dengan konsep yang lebih matang. Di samping itu, ia juga mengharapkan lebih banyak elemen fakultas yang berpartisipasi mengingat acara ini hanya diadakan dua kali dalam satu periode kepengurusan. (n16/ali)
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat riset dan inovasi. Komitmen tersebut tercermin pada capaian peneliti
Jakarta, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) tak pernah berhenti untuk terus terlibat dalam pembangunan bangsa. Hal
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui dukungan
Surabaya, ITS News — Tingginya risiko kebencanaan serta ancaman degradasi lingkungan di kawasan pesisir menjadi perhatian serius sivitas akademika